Asah Empati Civitas Akademika, UIN Jambi Gelar Simulasi Disability Awareness

Asah Empati Civitas Akademika, UIN Jambi Gelar Simulasi Disability Awareness

Berita 2 menit baca 124 kali dilihat

JAMBI –Dalam mewujudkan lingkungan akademik yang ramah difabel dan setara di Kampus STS UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, tanggal 19 Juli 2026, melanjutkan pelatihan hari kedua kegiatan Disability Awareness. Topik di hari kedua adalah “Etika Berinteraksi dengan Penyandang Disabilitas: Membangun Ekosistem Kampus STS UIN Jambi yang Ramah Disabilitas”. Kegiatan yang berlangsung secara interaktif dengan para peserta dari beberapa elemen civitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependidikan (tendik), mahasiswa umum, hingga mahasiswa difabel.

Setelah di hari pertama, peserta diajak memahami tentang dukungan legal disabilitas serta membangun perspektif difabel, maka di hari kedua adalah Ketua Swagabilitas Provinsi Jambi, Detty Herawati, S.Ag, yang dalam memberikan pelatihan didampingi secara langsung oleh anggota tim Swagabilitas Jambi lainnya, yaitu Ika Noor Hidayati dan Novy. Tim Swagabilitas mengupas tuntas materi yang krusial demi terciptanya budaya inklusi di area kampus. Materi tersebut mencakup prinsip bahasa inklusi yang berfokus pada pendekatan memanusiakan manusia, serta pengenalan mendalam terhadap ragam disabilitas berdasarkan regulasi yang berlaku, mulai dari ragam sensorik (netra dan tuli), fisik (daksa), intelektual, hingga disabilitas mental atau psikososial.

Tidak hanya sekadar mendengarkan teori, para peserta yang terdiri dari dosen, tendik, dan mahasiswa juga diajak untuk melakukan praktik pendampingan langsung. Peserta secara bergantian mensimulasikan teknik membantu mobilitas pengguna kursi roda, menuntun disabilitas netra berjalan di area sempit atau tangga, hingga mempraktikkan dasar-dasar isyarat komunikasi. Selain itu, diajarkan pula penggunaan teknologi pengubah suara ke teks (Live Transcribe) untuk disabilitas tuli, serta penerapan Pertolongan Pertama Kesehatan Jiwa melalui prinsip Look – Listen – Link (ALGEE) untuk disabilitas mental. Langkah praktik ini bertujuan agar seluruh civitas akademika tahu cara memberikan bantuan yang aman dan tepat tanpa merenggut kemandirian para penyandang disabilitas.

Pelatihan hari kedua ini sekaligus ditutup dengan Rencana Tindak Lanjut yang dirancang oleh peserta dan panitia. Peserta merefleksikan pengalaman dan pembelajaran yang didapat selama training, sekaligus juga akan menerapkan dalam praktik untuk kampus ramah difabel ke depan.

Doni Pirdaus

Editor website LPPM

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 LPPM UIN STS Jambi. All Rights Reserved.