Sentuh Sisi Humanis Hari Anak, Satgas PPKS UIN Jambi Gelar Sosialisasi Anti-Bullying Inklusif di Yayasan Teratai Jaya
JAMBI – Rangkaian aksi marathon Satgas PPKS UIN Jambi Goes to Community yang diinisiasi oleh Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi terus berlanjut. Sabtu 18 Juli 2026, tim Satgas menyambangi Yayasan Teratai Jaya, sebuah panti asuhan yang secara khusus mengasuh anak-anak penyandang disabilitas (difabel) serta anak yatim piatu di Kota Jambi. Kehadiran tim akademisi ini membawa misi untuk memberikan pemenuhan hak perlindungan anak serta menciptakan lingkungan yang aman dari segala bentuk perundungan.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Ketua Satgas PPKS UIN Jambi, Nailul Husna, M.A. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa kehadiran tim merupakan wujud silaturahmi sekaligus tanggung jawab moral kampus untuk ikut serta melindungi anak-anak di luar lingkungan universitas. Beliau menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Kepala Panti dan anak-anak sekalian yang telah bersedia menerima kehadiran tim Satgas PPKS UIN Jambi. Menurutnya, momentum ini menjadi ruang bersama untuk belajar dan bersosialisasi mengenai pentingnya gerakan anti-bullying demi menjaga ruang aman bagi tumbuh kembang anak.
Menanggapi hal tersebut, Diah selaku Kepala Yayasan Panti Teratai Jaya menyambut baik program ini dan membagikan kisah menyentuh mengenai latar belakang anak-anak asuhnya. Saat ini panti tersebut membina 35 anak, di mana 14 di antaranya merupakan anak difabel dengan kondisi tuna rungu, tuna grahita, dan tuna daksa. Ibu Diah menjelaskan bahwa proses pendidikan anak-anak di panti tersebut cukup bervariasi, ada yang menempuh pendidikan di Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) dan ada juga yang bersekolah di sekolah umum seperti anak-anak lainnya. Bahkan bagi mereka yang sudah lulus sekolah, yayasan tetap memfasilitasi mereka untuk tinggal karena keterbatasan tempat bernaung, termasuk beberapa anak yang dirangkul langsung dari jalanan untuk dibina di panti tersebut.

Jalannya pelaksanaan sosialisasi kemudian dipandu secara interaktif oleh Fatih Khoirunnisa, selaku volunteer dari unsur mahasiswa bertindak sebagai moderator. Mengingat karakteristik peserta yang unik dan inklusif, Satgas PPKS UIN Jambi menerapkan metode edukasi yang menggabungkan model ceramah ringan, sesi bermain bersama, serta tanya jawab dua arah. Pendekatan persuasif dan ramah disabilitas ini berhasil mencairkan suasana sehingga anak-anak, termasuk para penyandang difabel, dapat mengikuti rangkaian acara dengan sangat antusias dan ceria.
Melalui metode yang menyenangkan tersebut, tim Satgas yang dalam sesi edukasi ini mayoritas adalah mahasiswa mengupas tuntas seluruh materi pokok yang berkaitan dengan perundungan. Anak-anak diajak untuk memahami definisi dasar mengenai bullying agar mereka tahu batasan perilaku yang sehat antar-sesama. Selain itu, dipaparkan pula mengenai macam dan contoh nyata tindakan perundungan, baik yang terjadi secara fisik, verbal, maupun sosial di lingkungan sehari-hari. Sebagai langkah proteksi, para peserta juga dibekali dengan cara-cara praktis untuk mengatasi tindakan pencegahan serta mekanisme pelaporan yang jelas agar mereka berani bersuara dan tahu ke mana harus mengadu jika melihat atau menjadi korban perundungan.

Kegiatan sosialisasi di Yayasan Teratai Jaya ini menjadi bukti nyata komitmen marathon dari Satgas PPKS UIN Jambi. Melalui aksi ini, kampus menegaskan bahwa edukasi mengenai ruang aman yang bebas dari kekerasan dan perundungan harus bersifat inklusif, menyentuh seluruh lapisan anak bangsa tanpa memandang keterbatasan fisik maupun latar belakang sosial mereka.
Kegiatan di Panti Teratai ini merupakan bagian dari rangkaian sosialisasi marathon Satgas PPKS UIN Jambi ke berbagai lembaga pendidikan dan sosial di Provinsi Jambi, mewujudkan visi kampus berdampak dan sekaligus menjadi rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional tahun 2026.
Bagikan: