Buka Pertemuan LPPM PTKIN, Direktur Diktis Ingatkan Pentingnya Kajian Islam sebagai Basis

Buka Pertemuan LPPM PTKIN, Direktur Diktis Ingatkan Pentingnya Kajian Islam sebagai Basis

Berita 2 menit baca 146 kali dilihat

Selasa (02/12/2025) LPPM PTKIN se – Indonesia melakukan pertemuan nasional untuk membahas ragam dinamika kegiatan penelitian dan pengabdian serta bagaimana posisi kajian keislaman saat ini.

Kasubdit Litapdimas, Dr. Nur Kafid mengatakan bahwa pertemuan ini penting untuk membahas agenda riset nasional PTKIN tahun 2025-2029.

Nur Kafid mengatakan bahwa pertemuan LPPM di antaranya membahas tentang sejauhmana riset dan pengabdian di PTKIN mendukung agenda Presiden RI terkait Asta Cita dan Asta Protas. Nur Kafid juga menekankan pentingnya pengembangan kluster kajian keislaman agar dapat lebih responsif dan aktual.

Agenda-agenda lainnya yang dibahas dalam pertemuan LPPM se-Indonesia ini di antaranya: Persoalan anggaran BOPTN, Program Mora the Air Fund, dan beragam program untuk tahun 2026 seperti short course plus visiting lecturer di luar negeri.

Ditektur Diktis Kemenag, Sahiron dalam sambutannya menekankan bahwa kluster penelitian keagamaan harus terus ada, bertahan dan dikembangkan ,”Jangan sampai ilmu keagamaan sebagai basis PTKIN hilang dari tradisi riset di kampus Islam”. Sahiron mengingatkan bahwa kajian-kajian teks tetap penting dilakukan dan jangan sampai hilang dari panggung riset di PTKIN.

Sahiron kemudian menekankan tentang pentingnya Asta Cita dan Asta Prioritas, Kurikulum Berbasis Cinta, dan Ekoteologi yang harus muncul secara eksplisit dalam penelitian dan pengabdian di PTKIN,”Baik yang di pusat maupun PTKIN di daerah harus menampakkan agenda-agenda tersebut”, tegasnya.

Sahiron kemudian mengingatkan tentang integrasi ilmu yang sampai saat ini belum begitu nampak pelaksanaannya. Kemudian Direktur menyampaikan pentingnya dosen muda yang terampil berbahasa Arab untuk dirancangkan program pengabdian keluar negeri.

Direktur Diktis mengucapkan terimakasih kepada seluruh Ketua LPPM PTKIN se-Indonesia yang telah hadir di Bekasi untuk mendiskusikan dan merancang agenda LPPM di tahun 2026 yang lebih berdampak.

Ketua Forum LPPM se-Indonesia, Prof. Dr. Ngainun Naim berharap di tahun 2026 tidak terdapat efisiensi anggaran yang akan sangat mengganggu aktifitas riset dan pengabdian di PTKIN. Prof. Ngainun mengatakan bahwa pertemuan nasional ini merupakan forum bagi seluruh ketua LPPM untuk menyampaikan berbagai persoalan khas masing-masing kampus di daerah yang nantinya menjadi rekomendasi dari LPPM PTKIN ke Kemenag.

Pertemuan di Hotel Aston Bekasi ini dihadiri oleh seluruh Ketua dan Sekretaris LPPM PTKIN se-Indonesia.
Editor: Doni

Tags:

Bagikan:

Doni Pirdaus

Saya adalah seorang Editor website LPPM.

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 LPPM UIN STS Jambi. All Rights Reserved.