Di Lobi Kedokteran Dosen dan Mahasiswa Membahas Naskah-naskah Kesultanan Jambi Dar al-Ma’mur
Selasa (30/09/2025) LPPM menyelenggarakan Webinar Hasil Penelitian #94 yang membahas buku “Alih Aksara Naskah-naskah Kesultanan Jambi Dar al-Ma’mur”. Acara ini merupakan bagian dari perayaan Webinar Hasil Penelitian (WHP) ke-100 yang diinisiasi oleh LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Kegiatan ini berlangsung secara hibrid, yaitu luring di Lobi Gedung Kuliah Terpadu (GCR) dan daring melalui platform Zoom. Dua minggu ke depan lobi kedokteran akan menjadi ajang pertemuan, memaparkan, dan mendebat gagasan-gagasan akademik.
Sesi pertama kegiatan ini menghadirkan Dr. Ali Muzakir, penulis buku sekaligus dosen Fakultas Adab dan Humaniora, sebagai pemantik diskusi. Muzakir memaparkan bahwa buku ini merupakan hasil alih aksara dari tiga naskah penting Kesultanan Jambi yang nyaris terabaikan, yaitu Hikayat Negeri Jambi, Undang-undang Piagam Pemerintahan Jambi, dan Sejarah Kerajaan Jambi.
Kajian tentang Sejarah awal Jambi, terutama sejak periode kesultanan pada abad ke-17, masih sedikit. Beberapa kajian abad ke-18 dan ke-19 lebih tergantung pada catatan Eropa dan arsip colonial Belanda. Padahal, sumber-sumber lokal tersedia walau tidak berlimpah.
Menurut Ali Muzakir selain surat atau piagam, naskah Sejarah kesultanan yang lebih lengkap dan orisinal adalah: Hikayat Negeri Jambi (HNJ), Undang-undang Piagam Pencacahan Jambi (UPPJ), dan Ini Sajarah Kerajaan Jambi (ISKJ).”Ketiga naskah itu nyaris terabaikan dalam penulisan Sejarah Jambi”, ujar Muzakir.
Ali Muzakir menngatakan bahwa buku alih tiga aksara naskahnya diperoleh di Perpustakaan Universitas Leiden Belanda dan disimpan oleh keturunan sultan Jambi. Tujuan pengalihaksaraan adalah untuk mendapatkan Gambaran tentang: asal-usul, silsilah keluarga, unsur keislaman, gagasan dan praktik politik sultan-sultan Jambi. Selain itu dalam buku ini pembaca akan mendapatkan informasi tentang Sejarah, budaya, geografi, Bahasa, adat.
Dalam sesi diskusi mengulas lebih dalam tokoh-tokoh kunci seperti Paduka Berhala dan Putri Pinang Masak, menyoroti berbagai versi cerita mengenai peran mereka dalam sejarah awal Jambi. Peserta yang hadir secara daring maupun luring semuanya mengikuti diskusi tentang naskah-naskah Jambi dengan sangat antusias. Hafidhuddin, Peserta dari Palembang yang mengikuti via zoom mengajukan pertanyaan, “Izin tanya, menarik tokoh putri pinang masak, karena di Palembang sosok ini dimakamkan di daerah Ogan Ilir, apakah sosok yg sama, atau penamaan putri minang masak itu sekedar nama julukan? Mungkin ada keterkaitan antara keduanya”.
Sebuah poin krusial yang diangkat dalam diskusi adalah pentingnya uji kimia terhadap kertas dan tinta manuskrip kuno. Uji ini dianggap vital untuk memverifikasi usia dan keaslian naskah, sehingga data yang dihasilkan lebih valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Sebagai pembahas buku, turut hadir Dr. Irmawati Sagala, dosen Fakultas Syariah yang juga telah banyak meneliti Sejarah Jambi salah satunya sudah diterbitkan oleh Penerbit Ombak,”Islam dan Adat dalam Sistem Pemerintahan jambi: Masa Kesultanan dan Kolonial pada tahun 1855-1942”.
Sekretaris LPPM, M. Husnul Abid mengatakansalah satu tujuan penyelenggaraan diskusi/seminar offline adalah untuk mengenalkan tradisi akademik ke mahasiswa. “Karena itu, kegiatan digelar terbuka di lobi GCR, tempat banyak mahasiswa nongkrong”, ujarnya. Abid menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya untuk memunculkan minat baca mahasiswa terhadap buku, tetapi juga dapat mempelajari bagaimana membuat buku yang bagus.
Editor: Doni