Drama LOI Berujung Manis: UIN STS Jambi dan University of Wyoming Resmi Teken MOU
Malam itu, suasana mendadak berubah hening. Tepat pukul 20.46, sebuah pesan WhatsApp dari Ketua Prodi TBI UIN STS Jambi, Edirozal, masuk ke ponsel Dion Ginanto. “Bang Mollie sepertinya keberatan untuk tanda tangan LOI,” tulisnya singkat. Dion terdiam. Malam yang semula biasa saja, seketika terasa mencekam.
Tak menunggu lama, keduanya melanjutkan diskusi lewat telepon. “Tidak mungkin acara penandatangan LOI (letter of intent to collaborate) dibatalkan. Undangan sudah terlanjur disampaikan. Para dekan pun mendengar sendiri bahwa Mollie kemarin bersedia tanda tangan. Mengapa tiba-tiba berubah pikiran?” ujar Dion dengan nada penuh kegelisahan.
Di tengah kebuntuan, Dion dan Edirozal akhirnya sepakat pada dua langkah penting: pertama, menyesuaikan isi LOI agar lebih ringan dan tidak membebani Mollie Hand; kedua, melobi kembali Mollie keesokan paginya agar tetap bersedia menandatangani. Malam itu pun berlalu dengan rasa tidak nyaman, menyisakan pesimisme menyambut hari berikutnya.
Namun, pagi membawa kejutan. Sebuah pesan WhatsApp masuk ke ponsel Dion: “Bang, alhamdulillah Suci bilang Mollie bersedia tanda tangan. Pihak kampus Wyoming menyambut baik komitmen ini dan langsung bisa ke tahap MOU.” Kabar menggembirakan itu datang hanya satu jam sebelum Mollie tiba di kampus UIN STS Jambi.
University of Wyoming bahkan segera menyiapkan draft MOU. Awalnya, dokumen itu hanya akan ditandatangani oleh Rektor UIN STS Jambi dan Mollie. Tetapi Dion dengan hati-hati mendekati Mollie, mengusulkan agar dekan dan direktur pascasarjana turut serta menandatangani. Tak disangka, Mollie justru menyambut ide itu dengan antusias. “Semakin banyak pihak yang berkomitmen, semakin kuat tindak lanjut kerja sama ini,” ujarnya penuh semangat.
Akhirnya, prosesi penandatanganan MOU berjalan lancar. Rektor diwakili oleh Wakil Rektor I karena harus menghadiri pertemuan di Istana Negara. Dalam sambutannya, Ayub Mursalin berpesan, “MOU ini jangan hanya berhenti di atas kertas. Harus ada komitmen nyata untuk melaksanakan kegiatan bersama.” Turut serta menandatangani MOU dekan di lingungan UIN STS Jambi.
Mollie sendiri tak hanya hadir untuk menandatangani MOU, tetapi juga mengisi workshop bersama dosen dan mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris tentang Writing Center. Ia menekankan pentingnya UIN Jambi memiliki layanan tersebut. “Writing Center sangat dibutuhkan mahasiswa untuk menulis skripsi, menyelesaikan tugas kelas, atau mempublikasikan karya ke jurnal. Bahkan dosen pun akan merasakan manfaatnya,” kata Mollie.
Dengan semangat kebersamaan, UIN STS Jambi dan University of Wyoming kini resmi membuka lembaran baru kerja sama internasional. Harapannya, MOU ini menjadi pintu masuk bagi lahirnya program-program nyata yang bermanfaat bagi sivitas akademika kedua kampus.
Editor: Doni