Kegiatan Disability Awareness, Rektor Sampaikan Komitmen Perkuat UIN Jambi Ramah Difabel

Kegiatan Disability Awareness, Rektor Sampaikan Komitmen Perkuat UIN Jambi Ramah Difabel

Berita 3 menit baca 185 kali dilihat

JAMBI — Komitmen Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dalam membangun kampus inklusif kembali ditegaskan melalui penyelenggaraan Disability Awareness Training selama dua hari. Kegiatan yang digelar Pusat Gender dan Anak (GAD) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat itu dirancang untuk memperkuat pemahaman sivitas akademika mengenai konsep kampus ramah difabel sekaligus meningkatkan kapasitas dalam memberikan layanan yang setara bagi mahasiswa penyandang disabilitas.

Ketua LPPM, Fridiyanto, mengatakan pelatihan tersebut merupakan wujud nyata komitmen kampus dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang inklusif bagi seluruh mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas.

“Disability Awareness menjadi bagian dari ikhtiar UIN Jambi untuk memastikan setiap mahasiswa difabel memperoleh hak yang sama dalam mengakses pendidikan tinggi. Karena itu, kami berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan penuh komitmen agar memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat diterapkan dalam mendukung layanan disabilitas di lingkungan kampus,” ujarnya.

Untuk memperkuat materi, panitia menghadirkan Prof. Arif Maftuhin, M.A., Ph.D., akademisi yang dikenal sebagai pelopor kajian disabilitas di Indonesia dan telah mengembangkan berbagai praktik baik kampus inklusif di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Turut menjadi narasumber Detty Herawati dari Swagabilitas yang membagikan pengalaman mengenai praktik pendampingan serta peningkatan aksesibilitas bagi mahasiswa difabel.

Dalam paparannya, Prof. Arif Maftuhin menekankan bahwa pembangunan kampus inklusif tidak cukup dilakukan melalui penyediaan fasilitas fisik semata. Menurutnya, perubahan paradigma dan cara pandang seluruh sivitas akademika menjadi fondasi utama dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang benar-benar ramah bagi penyandang disabilitas.

“Pendekatan paradigmatik sangat penting. Kampus perlu melihat penyandang disabilitas sebagai subjek yang memiliki hak dan potensi yang sama, bukan sebagai objek belas kasihan,” katanya.

Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Disability Awareness. Menurut Rektor isu disabilitas merupakan salah satu perhatian penting Kementerian Agama sekaligus menjadi bagian dari komitmen institusi dalam memperluas akses pendidikan berkeadilan.

Rektor menegaskan bahwa UIN Jambi akan terus memberikan perhatian khusus terhadap mahasiswa difabel melalui peningkatan layanan akademik maupun nonakademik.

“Isu disabilitas merupakan isu yang sangat penting dan menjadi perhatian Kementerian Agama. UIN Jambi berkomitmen memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa difabel agar mereka dapat belajar, berkembang, dan berprestasi dalam lingkungan yang setara,” kata Rektor.

Koordinator Pusat Gender dan Anak LPPM, Nisaul Fadilah, Ph. D menjelaskan bahwa Disability Awareness Training merupakan bagian dari upaya mewujudkan UIN Jambi sebagai kampus inklusif sesuai amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Menurutnya, seluruh sivitas akademika perlu memiliki kesadaran, pemahaman, dan keterampilan dalam melayani serta mendampingi mahasiswa difabel.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa mengenai isu disabilitas dan pendidikan inklusif, membangun komitmen bersama menciptakan kampus yang aksesibel, serta memperkuat jejaring dengan pegiat dan akademisi disabilitas,” ujarnya.

Pelatihan diikuti oleh 21 peserta yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan mahasiswa difabel. Peserta penyandang disabilitas berasal dari beragam kategori, yakni tuli, netra, grahita, dan daksa. Selama dua hari, peserta memperoleh materi mengenai kebijakan kampus inklusif, hak penyandang disabilitas di perguruan tinggi, serta praktik baik pendampingan dan penyediaan aksesibilitas bagi mahasiswa difabel.

Data yang dipaparkan Pusat GAD menunjukkan saat ini terdapat 35 mahasiswa difabel aktif yang menempuh studi di UIN STS Jambi. Pada penerimaan mahasiswa baru tahun 2026, kampus juga menerima 12 pendaftar melalui jalur difabel.

Nisaul menilai tren peningkatan jumlah mahasiswa difabel setiap tahun menjadi indikator tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap komitmen UIN Jambi sebagai kampus inklusif. Namun, peningkatan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi universitas untuk terus memperbaiki kualitas layanan, sarana pendukung, serta kapasitas sumber daya manusia agar setiap mahasiswa memperoleh kesempatan belajar yang setara tanpa hambatan.

Doni Pirdaus

Editor website LPPM

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 LPPM UIN STS Jambi. All Rights Reserved.