LPPM Monev Penelitian Dosen UIN Jambi Kolaborasi dengan Peneliti BRIN
Juma’at (02/05/2025) tim LPPM UIN STS Jambi melakukan monitoring tahun pertama penelitian multi years,”Inovasi Model Prediktif Penelusuran Jejak Makam Kesultanan di Pulau Sumatera Bebasis GIS dan Model Regresi Logistik (2024-2026) yang diketuai oleh Titin Agustin Nangsih dan tim yang berjumlah empat orang. Titin Agustin mengatakan bahwa awal Ide risetnya dilakukan setelah mengerjakan sebuah penelitian ketika di Paris.
Dalam penelitian ini terdapat tiga orang dosen UIN Jambi. Penelitian ini ingin mencari apa? Amir Husni menjelaskan bahwa sebelumnya penelitian Islam hanya menyorot batu nisan orang-orang besar saja. Misal di Jambi yang hanya disorot hanya makam Sulthan Thaha begitu juga di daerah lainnya di Sumatera. Biasanya penelitian lebih ke kualitatif,”Biasanya nisan yang tidak Bernama diabaikan”. Pendekatan statistika untuk melihat kualitatifnya dalam rangka mencari keterbaharuan penelitian. Titin mengatakan telah menemukan 363 makam selama dalam penelitian.
Beni menjelaskan dalam melakukan riset terdapat kendala yang dihadapi selama di lapangan di antaranya: akses Lokasi terhambat, cuaca tidak mendukung, perizinan lahan warga, ketidaksesuaian data awal. Beni mengatakan dalam penelitian di lapangan terdapat banyak kendala makam yang tertutupi semak belukar. Beni berharap kendala yang dihadapi selama menjalankan penelitian di tahun pertama ini dapat menjadi pelajaran untuk perbaikan di tahun berikutnya.
Tahun kedua penelitian akan dilakukan di Aceh Besar, Banda Aceh, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Tapanuli Tengah. Dalam menjalankan penelitian terdapat dinamika yang cukup menantang, ujar Beni. Beni mengatakan dalam mengerjakan penelitian di lapangan sangat bekerja keras dengan berbagai aktifitas di lapangan.
Titin mengatakan riset ini menggunakan statistik walau untuk penelitian arkeologis, maka dapat dikatakan sebuah hal baru. Awalnya peneliti mencari makam-makam yang terdaftar yang ada di website maupun di artikel-artikel ilmiah untuk kemudian mengunjunginya ke lapangan, “Muara penelitian adalah melahirkan sebuah katalog kesultanan makam di Sumatera,” jelas Titin. Selain itu riset ini akan menghasilkan publikasi artikel ilmiah yang terbit di jurnal bereputasi.
Amir Husni mengatakan dalam melakukan penelitian perlu dulu memastikan apakah makam asli atau tidak yang dapat dilihat dari material dan bentuk nisan. Selain itu juga memeriksa naskah-naskah terkait makam yang diteliti. “Jika nisan replika maka akan dilakukan penjelasan bahwa makam adalah replika”.
Tim LPPM yang melakukan monitoring di antaranya: Ketua LPPM (Fridiyanto); Sekretaris (M. Husnul Abid, dan Korpuslit (Tasnim). Diskusi berlangsung lancar dengan saling s haring ide untuk kesuksesan penelitian.
Editor: Doni