Menuju Kampus Inklusif berstandar Global: UIN Jambi Siap Sambut Pakar Assistive Technology dari University of Montana, Amerika Serikat
Komunitas inklusif di dalam lingkungan kampus merupakan suatu keharusan sebagai upaya mendukung kesetaraan dalam keberagaman. Salah satu langkah mencapai komunitas inklusif adalah dengan memberikan pelayanan yang accessible untuk semua orang di dalam lingkungan kampus, termasuk oleh kelompok difabel. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Pusat Gender, Anak, dan Disabilitas LPPM UIN STS Jambi, Nisaul Fadillah, saat menyambut kunjungan Tim dari Yayasan Sewagati Asha Disabilitas atau Swagabilitas Jambi di ruangannya pada Rabu, 24 April 2024.
Kunjungan Swagabilitas yang dikomandoi oleh Ratumas Dewi dan sejumlah rekan ke UIN STS Jambi tersebut adalah untuk menjalin kerja sama mewujudkan pendidikan inklusi di lingkungan kampus dan berbagi pengetahuan terkait akomodasi dan pelayanan yang layak bagi kelompok disabilitas. Sekretaris Swagabilitas, Meitia Ekatina berharap nantinya UIN Jambi bisa melahirkan banyak lulusan-lulusan mahasiswa disabilitas yang berkompeten. Kunjungannya ini juga untuk membahas peluang kerja sama dengan pihak ketiga yaitu Pusat Layanan Disabilitas, University of Montana, Amerika Serikat, dimana Meitia sebelumnya pernah menjalani Program Short Course beberapa waktu lalu.
Agenda konkrit yang akan dilakukan dalam waktu dekat adalah Focus Group Discussion (FGD) yang akan dihadiri oleh Molly Kimmel, Director MonTECh University of Montana dan Interim Director dari Rural Institute for Inclusive Communities (IRRC), Amerika Serikat. Kegiatan ini direncanakan tanggal 14 Mei 2024 dan UIN Jambi sendiri akan siap menjadi tuan rumah kegiatan tersebut. Molly Kimmel memiliki fokus kajian dan dampingan bagi teknologi pendukung (assistive technology), yakni berbagai alat, perangkat lunak, atau sistem yang dirancang khusus untuk membantu individu dengan berbagai jenis disabilitas dalam meningkatkan kemandirian, mobilitas, komunikasi, dan aksesibilitas. Tentu saja hal tersebut menjadi kesempatan yang tepat untuk mendiskusikan lebih lanjut tentang peran teknologi pendukung dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Lebih jauh kedua belah pihak akan merencanakan dan membicarakan berbagai bentuk kegiatan yang memungkinkan dilakukan ke depan baik secara in-person ataupun online.
Ketua LPPM UIN STS Jambi, Fridiyanto menyambut positif rencana kegiatan dengan University of Montana yang difasilitasi oleh Swagabilitas tersebut. Ini merupakan salah satu strategi internasionalisasi kampus UIN STS Jambi yaitu dengan meningkatkan pelayanan-pelayanan berstandar internasional termasuk bagi mahasiswa-mahasiswa disabilitas. Harapan lebih lanjut diharapkan ke depan ada program berkelanjutan yang diikat dengan dokumen kerjasama dalam pengembangan pengajaran, riset dan pengabdian masyarakat antar kedua belah pihak.
Melalui kolaborasi antara ahli seperti Molly Kimmel dan pihak-pihak terkait di UIN STS Jambi, diharapkan akan lahir inovasi-inovasi baru dalam penyediaan layanan yang lebih inklusif bagi semua mahasiswa. Dengan demikian, langkah-langkah menuju komunitas kampus yang benar-benar inklusif dapat terus diperkuat dan diperluas. Dengan begitu, kerja sama internasional dengan University of Montana dan Swagabilitas juga akan semakin terperinci dalam menghadirkan solusi yang holistik bagi mahasiswa disabilitas di UIN STS Jambi.
Admin LPPM
