Monev KKN di Kabupaten Batanghari, Rektor Tekankan Pemberdayaan Masyarakat

Monev KKN di Kabupaten Batanghari, Rektor Tekankan Pemberdayaan Masyarakat

Berita 3 menit baca 49 kali dilihat

MUARO JAMBI — Keberhasilan Kuliah Kerja Nyata tidak cukup diukur dari banyaknya program kerja yang diselesaikan mahasiswa. Kemampuan mahasiswa membaur, membangun kepercayaan, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat menjadi ukuran penting keberhasilan pengabdian mahasiswa di desa.

Hal itu disampaikan Rektor Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi saat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan KKN hari kedua di sejumlah posko KKN di Batanghari, Senin (1/9/2026). Monev diikuti Wakil Rektor II, Kepala Biro Akademik, serta tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.

“Kesuksesan KKN dilihat dari keberhasilan mahasiswa membaur dengan masyarakat,” kata Rektor.

Menurut rektor, keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat harus menjadi ruang untuk membangun hubungan timbal balik. Mahasiswa tidak hanya menjalankan program yang telah disusun kampus, tetapi juga belajar memahami persoalan masyarakat dan mencari solusi bersama.

Wakil Rektor II mengatakan KKN sebagai bagian dari misi pemberdayaan masyarakat. KKN menjadi wujud komitmen UIN STS Jambi sebagai kampus yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan sosial di sekitarnya.

Salah satu program yang mendapat perhatian pimpinan adalah persiapan Kampung Zakat di Posko 12 Desa Sungai Buluh. Mahasiswa juga menggelar tabligh akbar bersama masyarakat sebagai bagian dari program keagamaan.

Rektor mengapresiasi gagasan Kampung Zakat. Rektor menilai program itu memiliki potensi untuk memperkuat peran mahasiswa dalam membantu masyarakat mengembangkan tata kelola zakat sekaligus membangun kesadaran sosial.

Rektor menyampaikan terima kasih kepada Datuk Kepala Desa dan masyarakat Sungai Buluh yang telah menerima mahasiswa UIN Jambi dengan baik.

Kepala Biro Akademik UIN STS Jambi, Dr. Helmi, mengatakan monev yang dilakukan pimpinan universitas bukan sekadar pemeriksaan administratif terhadap program KKN. Kehadiran pimpinan di lapangan juga dimaksudkan untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa dan memastikan program kerja berjalan sesuai rencana.

“Mahasiswa harus fokus, semangat, patuhi aturan, jaga nama almamater, dan jangan lupa berdoa,” pesan Dr.Helmi kepada mahasiswa.

Di Posko 2 Desa Batin, Kecamatan Bajubang, mahasiswa mengembangkan program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Program tersebut meliputi pembuatan sabun, kreasi mainan kunci, sosialisasi zakat, penyusunan data demografi desa, serta pendampingan pemasaran UMKM.

Sementara itu, mahasiswa Posko 1 Desa Batin Dusun Kebalen menjalankan program pendidikan melalui kegiatan pengajian dan kegiatan olahraga bersama masyarakat.

Program dengan pendekatan pemberdayaan juga terlihat di Posko 05 Desa Kampung Pulau. Mahasiswa mengembangkan Desa Digital, Festival Anak Soleh, pemanfaatan tanaman obat, penyusunan buku demografi desa, serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Beragam program tersebut menunjukkan bahwa KKN tidak hanya diarahkan pada kegiatan seremonial. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan program yang menyentuh pendidikan, keagamaan, ekonomi, kesehatan, digitalisasi, hingga penguatan data desa.

Datuk Kepala Desa Sungai Buluh, Budi Hartanto, mengharapkan masa pelaksanaan KKN dapat berlangsung minimal dua bulan. Menurut dia, waktu yang lebih panjang akan membuat mahasiswa memiliki kesempatan lebih luas untuk membangun kedekatan dengan masyarakat dan menjalankan program secara efektif.

Bagi UIN Jambi, monev menjadi instrumen untuk melihat sejauh mana gagasan pemberdayaan diterjemahkan mahasiswa di lapangan. Ukurannya bukan sekadar program terlaksana, melainkan apakah kehadiran mahasiswa meninggalkan pengetahuan, keterampilan, atau perubahan yang dapat dilanjutkan masyarakat setelah KKN berakhir.

Menurut WR II KKN ditempatkan bukan hanya sebagai kewajiban akademik, melainkan sebagai bagian dari upaya menghadirkan kampus yang bekerja bersama masyarakat dan memberi dampak nyata.

Doni Pirdaus

Editor website LPPM

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 LPPM UIN STS Jambi. All Rights Reserved.