PGAD Gelar Pembukaan Pengayaan Bahasa Isyarat dan Perkenalan Relawan Difabel
UIN Sultan Thaha Saifuddin (STS) Jambi melalui Program Gender dan Disabilitas (PGAD) menggelar acara pembukaan kegiatan Pengayaan Bahasa Isyarat sekaligus perkenalan relawan difabel, Selasa (16/9/2025), di Aula LPPM UIN Jambi. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa difabel (Madif) bersama para relawan baru yang akan mendampingi mereka.
Rangkaian pembukaan dimulai dengan sambutan Koordinator Pusat PGAD, Nisaul Fadilah, dilanjutkan sambutan Ketua LPPM, Dr. Fridiyanto, serta arahan Wakil Rektor II, Dr. Fahmy Sy. Dalam kesempatan tersebut, para pimpinan kampus menegaskan pentingnya komitmen UIN Jambi dalam menciptakan kampus ramah difabel dan mendorong lahirnya Unit Layanan Disabilitas.
Nisaul Fadilah menyampaikan bahwa pada tahun 2025 terdapat delapan mahasiswa difabel yang tersebar di berbagai fakultas, seperti Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Adab, serta Fakultas Syariah dan Hukum. Untuk mendukung mereka, PGAD merekrut 18 relawan baru. “Penguasaan bahasa isyarat merupakan tuntutan penting untuk pendampingan. Jika kampus ingin benar-benar inklusif, kehadiran juru bahasa isyarat sangat diperlukan,” ujarnya.
Ketua LPPM, Dr. Fridiyanto, menekankan bahwa pelatihan relawan dan pengayaan bahasa isyarat ini adalah wujud komitmen kampus dalam mewujudkan kesetaraan akses pendidikan. “Relawanisme tidak hanya melatih keterampilan, tetapi juga mengasah kepedulian untuk mewujudkan kesetaraan,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor II, Dr. Fahmy Sy., mengingatkan bahwa sebagai universitas, UIN Jambi harus mencerminkan sifat universal: terbuka pada berbagai disiplin ilmu dan menerima keberagaman mahasiswa termasuk mahasiswa difabel.
Setelah pembukaan resmi ini, kegiatan Pengayaan Bahasa Isyarat akan dilaksanakan dalam delapan kali pertemuan.Setelah sesi pembukaan, materi selanjutnya Etika Volunteer dan Dunia Tuli yang disampaikan oleh Angga Nikola Fortuna dari Gerkatin.
Editor: Doni
Bagikan: