PGAD Manfaatkan Pekan Lingkungan untuk Kampanyekan Kampus Inklusif melalui Belajar Bahasa Isyarat
JAMBI — Korpus Gender, Anak, dan Disabilitas memanfaatkan gelaran Bazaar Pekan Lingkungan yang diselenggarakan Pusat Lingkungan sebagai ruang edukasi sekaligus kampanye kampus inklusif. Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, PGAD membuka stan pembelajaran bahasa isyarat bagi sivitas akademika dan masyarakat yang berkunjung.
Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkenalkan nilai-nilai inklusivitas di lingkungan kampus, khususnya dalam membangun kesadaran tentang pentingnya komunikasi yang ramah bagi penyandang disabilitas.
Di stan PGAD, para pengunjung mendapat kesempatan mempelajari dasar-dasar bahasa isyarat secara langsung melalui pendampingan instruktur profesional yang telah disiapkan tim PGAD. Program ini terbuka bagi siapa saja yang ingin mengenal dan memahami bahasa isyarat sebagai sarana komunikasi yang inklusif.

Pantauan di lokasi bazaar menunjukkan antusiasme pengunjung cukup tinggi. Sejumlah mahasiswa tampak mengikuti sesi latihan bersama dan mempraktikkan berbagai gerakan bahasa isyarat di bawah bimbingan instruktur. Suasana pembelajaran berlangsung interaktif, dengan peserta secara aktif mencoba menyampaikan salam, perkenalan diri, serta kosakata sederhana menggunakan bahasa isyarat.
Korpus PGAD, Nisaul Fadilah, mengatakan kegiatan bazaar dalam rangka Pekan Lingkungan merupakan momentum yang strategis untuk memperluas kampanye kampus inklusif di lingkungan UIN Jambi.
“Melalui pembelajaran bahasa isyarat, kami ingin mengajak masyarakat kampus untuk lebih memahami pentingnya aksesibilitas dan komunikasi yang setara bagi penyandang disabilitas. Kegiatan bazaar ini menjadi ruang yang sangat strategis untuk memperkenalkan nilai-nilai kampus inklusif kepada publik,” ujarnya.

Menurut Nisaul, kemampuan dasar berbahasa isyarat tidak hanya bermanfaat dalam membangun komunikasi dengan penyandang tunarungu, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kampus yang lebih ramah, terbuka, dan menghargai keberagaman.
Partisipasi PGAD dalam Pekan Lingkungan menunjukkan bahwa isu lingkungan dan inklusivitas dapat berjalan beriringan dalam membangun budaya kampus yang berkelanjutan. Melalui edukasi bahasa isyarat, PGAD berharap semakin banyak sivitas akademika yang memiliki kesadaran dan keterampilan dasar untuk mendukung terwujudnya UIN Jambi sebagai kampus yang inklusif bagi semua kalangan.
Editor: Doni