Sambut Iduladha 1447 H, Pusat Haji-Umrah dan Halal LPPM Adakan Pelatihan Juru Sembelih Halal Berstandardidasi SKKNI Bagi Dosen, Tendik, dan Mahasiswa
UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi bekerja sama dengan Perkumpulan Juru Sembelih Halal Indonesia (Juleha) menyelenggarakan acara Pelatihan Juru Sembelih Halal Berstandardisasi SKKNI untuk Dosen dan Mahasiswa yang berlangsung di kampus II UIN STS Jambi. Kegiatan yang diinisiasi oleh Pusat Haji-Umrah dan Manajemen Industri Halal LPPM UIN STS Jambi ini diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari unsur dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.
Dalam pelatihan ini, LPPM mendatangkan empat pelatih berstandar nasional. Mereka adalah Ali Subarkah, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP Perkumpulan Juru Sembelih Halal Indonesia, Toosy Muhammad Gustidar, yang juga adalah Sekretaris Umum DPP Perkumpulan Juru Sembelih Halal Indonesia, A. Naufal dan Habibi, keduanya adalah pengurus DPW Juleha Provinsi Jambi dan DPD Kota Jambi.
Peserta pelatihan diprioritaskan bagi dosen, tendik, dan mahasiswa yang telah terbiasa terlibat ataupun akan terlibat dalam penyelenggaraan ibadah qurban. Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali kemampuan penyembelihan halal yang tidak hanya sesuai syariat Islam, tetapi juga memenuhi aspek efektifitas, efisiensi, dan kesejahteraan hewan sesuai standar kesehatan masyarakat veteriner (Kesrawan) yang dalam fikih dikenal dengan istilah ihsan.
Pelatihan berlangsung selama satu hari penuh, dimulai sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Materi yang diberikan mencakup 10 standar kompetensi SKKNI juru sembelih halal, teknik mengasah bilah, manajemen qurban, hingga praktik teknik penanganan hewan qurban dan penyembelihan yang benar dan ihsan sesuai syariat Islam. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal penting dalam menghadapi penyelenggaraan qurban 1447 H, khususnya bagi dosen dan mahasiswa yang selama ini aktif dalam kegiatan qurban di masyarakat.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan kerja sama antara LPPM UIN STS Jambi dan Juleha Indonesia tersebut. Ia menilai kegiatan semacam ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung penguatan kompetensi civitas akademika di bidang halal.
Rektor juga mengungkapkan bahwa dirinya merupakan bagian dari pengurus Juleha Provinsi Jambi dan telah memiliki sertifikat juru sembelih halal berstandardisasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Menurutnya, pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk memberikan pengakuan kompetensi kepada para peserta yang pada dasarnya telah terbiasa melakukan penyembelihan di tengah masyarakat, namun kini memperoleh penguatan standar profesi melalui pelatihan dan sertifikasi.
Bagi dosen, keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini diharapkan dapat mendukung kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menjadi nilai tambah dalam penguatan akreditasi institusi. Sementara bagi mahasiswa, sertifikasi kompetensi juru sembelih halal berbasis SKKNI dapat menjadi bekal profesional yang relevan serta berpotensi dicantumkan dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).
Sementara itu, Ali Subarkah, Ketua Umum Perkumpulan Juru Sembelih Halal Indonesia berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, peningkatan kualitas dan standardisasi juru sembelih halal menjadi kebutuhan penting di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap jaminan produk halal dan praktik penyembelihan yang sesuai syariat serta standar profesional. Baru ada tiga kampus yang melakukan kegiatan ini; UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta, dan ketiga adalah UIN Sulthan Thaha Jambi, ujarnya.
Fridiyanto, Ketua LPPM dalam kesempatan terpisah menyatakan bahwa kegiatan ini menunjukkan komitmen serius UIN STS Jambi untuk menjaga mata rantai halal dalam makanan dan minuman sekaligus juga menegaskan peran kampus sebagai agen perubahan di masyarakat, tutupnya.
Editor: Doni