Sampaikan Aspirasi tentang Kukerta,  Perwakilan Mahasiswa Audiensi dengan Pimpinan UIN Jambi

Sampaikan Aspirasi tentang Kukerta, Perwakilan Mahasiswa Audiensi dengan Pimpinan UIN Jambi

Berita 2 menit baca 557 kali dilihat

Kamis (24/04/2025) berlangsung pertemuan antara pimpinan UIN STS Jambi dengan perwakilan mahasiswa. Audiensi diselenggarakan dalam rangka dialog dan mendengar aspirasi mahasiswa tentang berbagai persoalan kampus, khususnya mengenai Kukerta 2025 yang sangat berbeda dengan Kukerta Reguler.

WR II, Dr. Pahmi, Sy menjelaskan bahwa terdapat kebijakan nasional yang perlu disampaikan kepada mahasiswa, terutama tentang efisiensi anggaran. WR II mengatakan bahwa anggaran selalu dirancang setahun sebelumnya, anggaran tahun 2025 dirancang pada tahun 2024, dan pada rahun 2025 terjadi kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada setiap kegiatan yang sudah direncanakan.

Hadir dalam audiensi: WR I, WR II, WR III, Biro Akademik, PPK, Ketua LPPM, Sekretaris LPPM, Korpus PkM, Koordinator Keuangan, dan perwakilan mahasiswa.

WR I, Dr. Ayub Mursalin mengatakan bahwa Kukerta 2025 sudah sangat berbeda dengan Kukerta Reguler, Melayu Serumpun, dan Moderasi Beragama. Kukerta Reguler tidak dapat dilakukan lagi karena adanya efisiensi dan pemblokiran anggaran, “Efisiensi anggaran berdampak dengan tidak bisa lagi lakukan Kukerta Reguler. Namun demikian jangan sampai mahasiswa terlambat selesai kuliah, maka LPPM melakukan inovasi dengan berbagai bentuk Kukerta”, ujar WR I. Dr. Ayub juga menjelaskan secara rinci tentang alokasi UKT mahasiswa sebagai salah satu poin penting yang ingin ditanyakan mahasiswa, tentang transparansi UKT.

Muhammad Riski Agung sebagai koordinator perwakilan mahasiswa menyampaikan aspirasi mahasiswa tentang tidak dapat dilaksanakannya Kukerta Reguler di tahun 2025. Ia mempertanyakan data perincian UKT dan meminta transparansi pengelolaannya. Riski kemudian menanyakan apa solusi jika tidak bisa laksanakan Kukerta Reguler.

Selain Riski mahasiswa lainnya juga menyampaikan berbagai aspirasi tentang Kukerta. Ketua LPPM, Sekretaris, dan Korpus PkM menjawab beberapa pertanyaan yang menjadi kegelisahan dan keraguan mahasiswa. Salah satunya adalah persoalan domisili yang dijawab oleh LPPM tidak harus di kampung halaman,”Adik-adik mahasiswa boleh Kukerta di kampung halaman, boleh juga domisili sekarang, carilah tempat yang bisa melakukan pengabdian”, jelas Muhklis. Lebih lanjut Muhklis mengatakan bahwa tiga skema yang ditawarkan oleh LPPM adalah solusi terbaik agar mahasiswa tetap bisa tunaikan kewajiban Kukerta.

WR II menutup audiensi dengan harapan adanya dialog rutin antara pimpinan dan mahasiswa,”Minimal sebulan sekali kita dialog, agar pimpinan UIN mengetahui apa yang jadi keluhan mahasiswa” tutupnya. Audiensi berlangsung penuh keakraban, dialogis, aspiratif dan menawarkan solusi kongkrit. Audiensi yang telah berlangsung antara pimpinan UIN Jambi dan mahasiswa merupakan bentuk komitmen UIN Jambi untuk berikan yang terbaik bagi mahasiswa dengan cara mendengarkan aspirasi langsung secara demokratis.

Editor: Doni

Doni Pirdaus

Editor website LPPM

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 LPPM UIN STS Jambi. All Rights Reserved.