Sekretaris Ditjen Pendis: UIN Jambi Menunjukkan Perkembangan Pesat
Pengelola Perguruan Tinggi Islam harus peka dengan isu-isu strategis di dunia internasional maupunĀ nasional untuk kemudian dapatĀ mewarnai Rencana Strategis PTKIN.
Rabu (19/06/2024) bertempat di Grand Orchardz Hotel, JakartaĀ Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama menyelenggarakan,āRapatĀ Koordinasi Evaluasi Kinerja Anggaran PTKIN Tahun 2024.ā Kegiatan ini dihadiri oleh pengelola PTKIN se-Indonesia.
Sekretaris ditjen pendis, Dr. H. Rohmat Mulyana, M.Pd dalam sambutannya mengenai isu strategis dan dinamika perguruan tinggi Islam sempat mengatakan bahwa UIN STS Jambi merupakan salah satu PTKIN yang sudah menunjukkan perkembanganĀ pesat.
Sekretaris ditjen pendis, menjelaskan tiga isu strategis yang harus menjadi perhatian dalam mengelola PTKIN: Aksesabilitas, Relevansi dan Daya saing.
Pertama, Aksesabilitas, bahwa dalam mengelola PTKIN haruslah memiliki prinsip bagaimana anak-anak yang orang tuanyaĀ berpenghasilan rendah agar tetapĀ dapat mengakses pendidikan tinggi. Keberadaan PTKIN harus menjadi solusi dan membuka ruang serta keadilan bagi masyarakat menengah ke bawah, sehingga pendidikan tinggi tidak hanya dapat dinikmati oleh masyarakat mampu saja.
Kedua, Relevansi, pengelola PTKIN juga harus memikirkan sejauhmana perguruan tinggi Islam dapatĀ mempersiapkan lulusannya untkĀ masuk keĀ dunia kerja. Menurut Mulyana jika dibandingkan dengan perguruan tinggi umum, saat ini perguruan tinggi Islam memiliki daya serap lebih tinggi di dunia kerja.
Namun dalam konteks jumlah gaji masih terdapat persoalan yaitu kecilnya gaji yang diterima oleh alumni perguruan tinggi Islam.Ā Relevansi juga terkait dengan relevan tidaknya antara keilmuan dengan pekerjaan yang diperoleh oleh alumni. Agar dapat relevan maka perlu dirintis dengan menjalankan program magang yang nantinya menjadi pembuka pintu masuk ke dunia kerja.
Ketiga, Daya Saing, pengelola perguruan tinggi IslamĀ harus memikirkan Langkah-langkah strategis untuk meningkatkan daya saing PTKIN dengan adanya program studi yang terakreditasi internasional, serta juga diperhitungkan dalam perangkingan seperti QS World University Rangkings.
Dalam forum ini juga disampaikan masih lemahnya Renstra PTKIN, bahkan terdapat Renstra perguruan tinggi Islam yang tidak sejalan dengan Kemenag RI. Oleh karena itu pertemuan nasional ini diharapkan dapat menyamakan persepsi untuk mempersiapkan Renstra PTKIN yang baik sehingga dalam pelaksanaan akan mendapatkan hasil optimal.
Kegiatan yang berlangsung mulai dariĀ 19 s.d 22 Juni 2024 ini dihadiri oleh: Dr. Hj. Sri Ilham Lubis, Lc, M.Pd; Dr. Pahmy SY, M.Si; Fridiyanto; Ratna Sumarni; dan Lia Anggraini.
Admin LPPM