Sharing Session: Strategi Sukses Raih Pendanaan Riset MoRA The AIR Funds

Berita 4 menit baca 565 kali dilihat
Sharing Session: Strategi Sukses Raih Pendanaan Riset MoRA The AIR Funds

Tonton ulang di link berikut:

https://www.youtube.com/live/ZzHF3Z87vog?si=C8GAaUidyMSePx0c

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sukses menyelenggarakan Sharing Session bertajuk “Berbagi Pengalaman Sukses Bersama Penerima Program Pendanaan Riset MoRA The AIR Funds: Strategi, Teknik, dan Hal-Hal Penting Lainnya” pada Jumat, 19 September 2025, sebagai upaya konkret mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas riset dosen.

Acara yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini bertujuan memberikan wawasan mendalam kepada para dosen UIN Jambi mengenai kiat-kiat strategis dalam mengajukan proposal riset ke program pendanaan bergengsi dari Kementerian Agama yang dikenal dengan program MoRA The AIR Funds.

Kegiatan yang dijadwalkan pukul 14.00 WIB ini dipandu langsung oleh Koordinator Pusat Penelitian LPPM, Tasnim Rahman Fitra.

Dua narasumber utama yang hadir dan berbagi pengalaman adalah Dr. Tanti, M.Si., dan Dr. Zarfina Yenti, M.Ag., yang masing-masing berhasil meraih pendanaan bergengsi tersebut dengan penelitian yang relevan dan mutakhir. Dr. Tanti, M.Si., memaparkan secara rinci penelitiannya di bidang sains berjudul “Sintesis Senyawa Turunan Kalkon dari Asetilpiridin dan Uji Aktivitas Anti Inflamasi Secara in Vitro, in Vivo dan in Silico,” menguraikan teknik-teknik khusus dalam penyusunan proposal riset eksakta yang efektif dan menembus standar pendanaan.

Dr. Tanti mengatakan bahwa pengaju proposal harus paham betul tujuan penelitian Mora yang merupakan advanced research. Dr. Tanti menyarankan untuk berdiskusi secara intens dengan para kolega untuk mematangkan proposal.

Dr. Tanti mengingatkan pentingnya roadmap riset yang kuat dengan adanya target luaran yang jelas setiap tahunnya. Kemudian pentingnya optimalisasi anggaran dimana setiap pengeluaran harus terkait dengan luaran penelitian.

Sementara itu, Dr. Zarfina Yenti, M.Ag., memfokuskan paparannya pada penelitian sosial-keagamaan bertajuk “Transformasi Ekonomi Inklusif Perempuan Rimba Melalui Sinergisitas Berkelanjutan Berbasis Pengetahuan Lokal di Taman Nasional Bukit Dua Belas Provinsi Jambi,” memberikan gambaran penting tentang bagaimana menyusun proposal riset interdisipliner yang mengangkat isu-isu lokal strategis dengan tetap memenuhi kriteria global MoRA The AIR Funds.

Dr. Zarfina menyampaikan tentang pentingnya memilih riset yang inovatif, tim riset dan kontribusinya, memperhatikan hasil riset dalam praktik pengajaran, dan diselaraskan dengan riset nasional. Dr. Zarfina menyarankan untuk berkolaborasi dengan periset berpengalaman yang telah memiliki rekam jejak terhadap bidang yang diteliti. Kemudian Dr. Zarfina mengatakan bahwa perlu ada road map keberlanjutan riset.

Kedua narasumber menekankan pentingnya keselarasan tema riset dengan prioritas nasional dan kementerian, serta metodologi yang kuat sebagai kunci keberhasilan.

Sesi diskusi interaktif menjadi salah satu poin menarik dari kegiatan ini, di mana para dosen peserta aktif melontarkan berbagai pertanyaan substantif dan teknis kepada para narasumber, menunjukkan tingginya minat riset di kalangan civitas akademika UIN Jambi.

Beberapa dosen yang terlibat aktif dalam sesi tanya jawab tersebut antara lain Dr. Bahrul Ma’ani yang fokus pada diskusi tentang tema prioritas dan detail template laporan yang dibutuhkan, serta Purwanto yang secara khusus menanyakan tentang Rencana Anggaran Biaya dan permasalahan administratif lain yang sering menjadi kendala.

Selain itu, pertanyaan Karlina yang menyoroti topik AI (Kecerdasan Buatan) dalam riset MoRA juga mendapat perhatian khusus, menunjukkan tren riset yang semakin maju dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi kontemporer, yang mana pertanyaan tersebut dijawab dengan penjelasan mengenai relevansi dan batasan integrasi teknologi dalam kerangka proposal riset. Antusiasme yang tergambar dari sesi diskusi yang santai namun sarat ilmu ini menjadi indikasi positif bagi persiapan pengajuan proposal riset dosen UIN Jambi ke depan.

Menutup kegiatan sharing session, Ketua LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menyampaikan beberapa poin penting terkait langkah persiapan selanjutnya untuk program pendanaan ini, menegaskan kembali komitmen LPPM dalam memfasilitasi peningkatan kapabilitas riset dosen. Ketua LPPM mengatakan bahwa Pusat Penelitian LPPM telah menyusun empat sesi kegiatan terstruktur sebagai rangkaian persiapan apply proposal MoRA The AIR Funds yang akan segera bergulir dalam waktu dekat, menandakan keseriusan lembaga dalam menyambut program pendanaan tersebut.

Rangkaian kegiatan persiapan ini akan mencapai puncaknya pada Rabu, 24 September 2025, dengan sesi terakhir atau sesi keempat yang akan menghadirkan narasumber dari luar, yaitu Prof. Alfitri dari UIN Samarinda, di mana melalui seluruh rangkaian coaching dan sharing ini, LPPM UIN Jambi menaruh harapan besar agar jumlah proposal penelitian dosen UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi yang lolos dalam program pendanaan prestisius MoRA The AIR Funds dapat meningkat signifikan.

Editor: Doni

Tags:

Doni Pirdaus

Saya adalah seorang Editor website LPPM.

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 LPPM UIN STS Jambi. All Rights Reserved. UTIPD 2026.