Tim LPPM Ikuti Pengajian UIN STS Jambi, Bahas Keterkaitan Syariat, Tarekat, dan Hakikat
JAMBI — Majlis Al-Kasfiyah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi kembali menggelar pengajian rutin bulanan pada Kamis (4/6/2026). Kegiatan yang diikuti sivitas akademika kampus tersebut menghadirkan penceramah Dr. K.H. Mohammad Yusuf Al-Banjari, yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia.
Dalam tausiyahnya, Mohammad Yusuf Al-Banjari menjelaskan bahwa tarekat tidak dapat dipahami sebatas praktik spiritual yang terpisah dari ajaran Islam. Menurutnya, esensi tarekat justru terletak pada kesungguhan seorang muslim dalam mengikuti syariat dan menjalankan sunah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Tarekat pada hakikatnya adalah upaya untuk menempuh jalan menuju Allah dengan berpegang teguh pada syariat dan meneladani Rasulullah,” ujarnya di hadapan jamaah pengajian.
Ia menjelaskan bahwa dalam tradisi tasawuf terdapat hubungan yang erat antara syariat, tarekat, dan hakikat. Syariat menjadi landasan yang mengatur tata kehidupan seorang muslim, sedangkan tarekat merupakan jalan spiritual yang ditempuh untuk mengamalkan syariat secara lebih mendalam. Adapun hakikat merupakan buah atau hasil dari perjalanan spiritual tersebut.

Untuk memudahkan pemahaman, ia mengibaratkan syariat, tarekat, dan hakikat sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. “Tarekat bagaikan kapal, syariat bagaikan lautan, dan hakikat adalah permata yang ingin diperoleh. Seseorang tidak akan sampai kepada permata tanpa menempuh perjalanan dengan kapal di atas lautan,” katanya.
Menurutnya, pemisahan antara syariat dan tarekat merupakan kekeliruan yang dapat menghilangkan makna sejati dari perjalanan spiritual dalam Islam. Karena itu, penguatan pemahaman keagamaan yang seimbang antara aspek lahiriah dan batiniah menjadi penting bagi umat Islam.

Pengajian rutin Majlis Al-Kasfiyah ini menjadi salah satu wadah pembinaan spiritual bagi sivitas akademika UIN STS Jambi. Selain dihadiri dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, kegiatan tersebut juga diikuti oleh Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN STS Jambi sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya akademik yang berpadu dengan pengembangan nilai-nilai keislaman di lingkungan kampus.
Melalui pengajian rutin tersebut, UIN STS Jambi terus mendorong tumbuhnya pemahaman keagamaan yang moderat, mendalam, dan berakar pada ajaran syariat serta keteladanan Rasulullah SAW.