Transformasi Digital, Website Kampus, dan Hasil Riset Perguruan Tinggi Islam

Berita 2 menit baca 252 kali dilihat
Transformasi Digital, Website Kampus, dan Hasil Riset Perguruan Tinggi Islam

Website kampus belum dioptimalkan secara baik, hasil penelitian dosen perguruan tinggi Islam harusnya dapat dikemas secara populer dan ditampilkan di website kampus sehingga banyak dikunjungi oleh Masyarakat.

Jum’at (19/08/2024) dalam Rapat Koordinasi Ketua LPPM se-Indonesia, Staf Khusus Menteri Agama, Wibowo Prasetyo menyampaikan materi tentang, “PTKIN dan Transformasi Digital.” Wibowo mengatakan bahwa transformasi digital merupakan upaya untuk memberikan layanan terbaik, efektif, dan akuntabel bagi masyarakat. Transformasi digital juga dapat memberikan kontribusi penghematan.

Wibowo mengungkapkan fakta terdapat ribuan aplikasi di Kementerian Agama yang terserak, sehingga akan diberlakukan kebijakan sistem tunggal, “Semua layanan akan terintegrasi dalam satu sistem,” katanya.

Wibowo menyampaikan bahwa saat ini penggunaan internet di Indonesia sudah mencapai 37%, jumlah gawai yang dimiliki sudah melebihi populasi penduduk, rata-rata aktivitas internet masyarakat Indonesia tujuh jam per hari, 98 % pengguna internet menggunakan gawai, dan alasan utama pengguna internet sedang mencari informasi . Oleh karena itu sangat dibutuhkan transformasi digital di lingkungan Kementerian Agama.

Wibowo menyampaikan tentang pentingnya mengelola website kampus secara profesional,”Jadikanlah website kampus sebagai etalase, buat orang yang berminat berkunjung, selama ini website kampus jarang dikunjungi karena tidak menarik,” ujarnya.

Wibowo menyarankan agar website kampus menjadi media yang menyampaikan hasil-hasil penelitian dosen secara populer dan dikemas sedemikian rupa sehingga menarik dibaca untuk masyarakat umum,”Menghidupkan budaya menulis secara populer agar lebih banyak dibaca dan mudah dicerna,” katanya.

Wibowo juga meminta kepada dosen untuk mengubah tulisan ilmiahnya menjadi tulisan populer,”Dosen PTKIN harusnya juga menyampaikan hasil penelitiannya secara menyenangkan agar dapat dikonsumsi anak muda.” Wibowo mengatakan hasil riset yang dikemas popular dapat ditampilkan dengan tampilan infografis yang menarik, “Karena tidak bisa dipungkiri bahwa daya membaca saat ini sudah berkurang, maka diperlukan sajian informasi dengan infografis yang menarik.” Wibowo berharap website kampus dapat menajdi arena diskusi baru sebagaimana mulai terlihat di Portal Arina Kemenag.

Wibowo berharap dengan transformasi digital, perguruan tinggi Islam akan dapat menyandang sebagai badan pendidikan publik. Ia katakan bahwa badan penyiaran publik merupakan lembaga publik yang terbiasa menginformasikan apapun yang masuk dalam domain publik dan memang hak publik untuk mengetahuinya. Saat ini di lingkup PTKIN baru UIN Semarang dan UIN Bandung yang terkategori badan informasi publik.

Ketua LPPM, Fridiyanto berharap ke depannya website kampus,khususnya website LPPM akan menguraikan tulisan hasil penelitian dosen UIN Jambi yang sudah dipol secara populer, sehingga masyarakat umum mendapatkan pencerahan dari karya ilmiah dosen.

Editor: Doni

Doni Pirdaus

Saya adalah seorang Editor website LPPM.

Lihat semua artikel →

© 2026 LPPM UIN STS Jambi. All Rights Reserved. UTIPD 2026.