UIN Jambi Dorong Mahasiswa Jadi Agen Anti Kekerasan Lewat Program Satgas PPKS
JAMBI — Selasa, 12 Mei 2026. Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi memperkuat komitmen menciptakan ruang aman kampus lewat program pengabdian yang terintegrasi dengan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual.
Program di bawah koordinasi Pusat Gender, Anak, dan Disabilitas ini mendapat apresiasi dari Wakil Rektor I UIN STS Jambi, Ayub Mursalin, saat membuka orientasi mahasiswa volunteer Satgas PPKS, Selasa 12/5.
Ayub menilai langkah PGAD bersama Satgas PPKS sangat strategis karena memadukan isu pendidikan gender dengan pengabdian mahasiswa. “Mahasiswa harus menjadi agen perubahan sosial. Kepedulian terhadap pencegahan kekerasan harus tumbuh, terutama di lingkungan kampus,” ujarnya.
Ia menegaskan kegiatan ini tidak boleh seremonial, tapi harus substantif memberi edukasi ke warga kampus. Keterlibatan di Satgas PPKS juga melatih kepemimpinan, empati, dan kolaborasi mahasiswa.
Koordinator PGAD, Nisaul Fadilah, Ph.D mengaku bangga dengan tingginya minat mahasiswa untuk terlibat di PGAD. Selama 45 hari, mahasiswa akan bergerak di ranah edukasi, pencegahan, dan penanganan kekerasan seksual di kampus. Ke depan, PGAD juga akan meluncurkan kanal digital bersama TIPD sebagai media edukasi isu gender.
Ketua LPPM, Fridiyanto, menjelaskan mahasiswa yang bertugas di PGAD dan Satgas PPKS akan mendapat sertifikat pengabdian setelah bertugas minimal 45 hari dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan PGAD serta Satgas PPKS. “Setelah selesai, mahasiswa lapor ke Korpus Pengabdian kepada Masyarakat untuk penerbitan sertifikat,” katanya.
Melalui program ini, UIN Jambi berharap tercipta budaya akademik yang aman, inklusif, dan berperspektif kemanusiaan, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai pelopor perubahan.
Editor: Doni