Webinar Beasiswa: “Kita Semua Berhak Memperoleh Beasiswa ke Luar Negeri”

Webinar Beasiswa: “Kita Semua Berhak Memperoleh Beasiswa ke Luar Negeri”

Berita 4 menit baca 437 kali dilihat

Beasiswa LPDP Kementerian Keuangan dan beasiswa LPDP Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama sedang dan akan segera dibuka. Beasiswa ini telah banyak memberikan kesempatan bagi putra-putri terbaik Indonesia untuk berkuliah di dalam dan luar negeri. Beasiswa penuh dengan skema dana abadi pendidikan ini setiap tahun dibuka dua kali. Khusus beasiswa LPDP, saat ini tengah menerima pendaftaran hingga tanggal 17 Februari 2025. Oleh karena itu, Pusat Layanan Kerjasama Internasional (PLKI) LPPM UIN STS Jambi, mengadakan webinar menembus beasiswa ke luar negeri dengan LPDP. Menariknya pemateri kegiatan ini adalah alumni UIN STS Jambi yang saat ini tengah menyelesaikan studinya di Malaysia dan Australia.

Anggia Rita Andriana, alumni Fakultas Dakwah berbagi motivasi bagaimana memperoleh beasiswa LPDP. “Bergabunglah dengan circle yang positif, lebih baik berjuang sendirian, dari pada bergabung dengan circle yang suka menyepelekan atau meremehkan peluang.” Hal ini sering terjadi di Jambi, banyak mahasiswa yang tidak termotivasi mendaftar beasiswa karena sudah kalah berjuang sebelum mencoba. Anggia sering mendegar teman-temannya berseloroh “Ngapaian kamu capek-capek mendaftar beasiswa ke luar negeri, gak akan keterima.” Kalimat-kalimat seperti ini yang sering membuat calon pendaftar langsung urung untuk mencoba mendaftar beasiswa.

Padahal menurut Anggia, kita semua berhak mendapat beasiswa itu. Apalagi saat ini salah satu kabupaten di Jambi, Tanjung Jabung Timur, masuk dalam list daerah afirmasi. Peluang memperoleh beasiwa LPDP bagi pelamar dari kabupaten Tanjabtim akan semakin terbuka luas, karena mereka tidak perlu lagi mencantumkan skor TOEFL atau IELTS yang selama ini menghambat persyarat adminsitrasi. Pelamar beasiswa daerah afirmasi juga memiliki passing grade yang lebih rendah dibanding pendaftar jalur regular.

Selain daerah afirmasi, calon pelamar Jambi juga dapat menggunakan jalur Disabilitas, bagi teman-teman difabel. Khusus jalur disabilitas, bahkan calon pelamar tidak perlu mengikuti tes bakat scholastic, tes tahap ke-dua setelah lulus administrasi.

Satu lagi jalur khusus yang dapat dimanfaatkan, yakni jalur pra-sejahtera. Jalur ini dikhususkan bagi pelamar yang menerima program Keluarga Harapan (PKH)/ penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/ Penerima Bantuan Iuran (PBI). Seperti halnya beasiswa afirmasi, pelamar dengan jalur pra-sejahtera tidak perlu menggunakan skor TOEFL dan memiliki passing grade wawancara yang lebih rendah dibanding jalur regular.

Anggia, yang saat ini tengah menyelesaikan program double degree di UIN Bandung dan University Utara Malaysia (UUM)  menutup presentasi dengan sebuah quote yang manarik “Mimpimu adalah tanggung Jawabmu, maka perjuangkan”. Ia menggarisbawahi bahwa mahasiswa UIN Jambi tidak boleh takut bermimpi. Namun ketika sudah memiliki mimpi, maka ada konsekuensi logis yang harus diperjuangkan. Karena Mimpi hanya akan tinggal mimpi jika tidak dibarengi dengan aksi nyata untuk mewujudkannya. “Lingkungan kita itu adalah pendukung, pemeran utama itu ya kita sendiri. Perjuangkan mimpimu. Kita layak mengejar beasiswa ini, meskipun kita berasal dari desa.” Ujarnya dengan berapi-api. Anggia melanjutkan “Kesempatan akan selalu ada, untuk kita yang berkenan berusaha. Inilah saatnya untuk membuktikan, meskipun kita dari desa, dari background kurang mampu sekalipun. Asal kita mau berusaha jalan akan ada.”

Senada dengan Anggia, Dhea Pati Ramadhani Annury, alumi program studi Tadris Bahasa Inggris UIN STS Jambi tidak kalah bersemangat dalam memberikan motivasi. Saat ini ia tengah menyelesaikan kuliah pada prodi TESOL di Monash University, Australia. Dhea menyampaikan“Kita semua berhak Mendapatkan Beasiswa ke luar negeri. Beasiswa sangat bayak, tapi tidak semua beasiswa itu ada untuk kamu. Oleh karena itu pahami beasiswanya.”  Dalam konteks LPDP para calon pelamar harus paham betul apa yang diingingkan LPDP, apa yang diinginkan dari pemberi beasiswa. Maka kita harus mempersiapkan dengan baik, persyaratan apa yang harus dipenuhi.

Lebih lanjut Dhea menyampaikan, “Beasiswa itu bukan untuk orang pintar, tapi untuk mereka yang mau dan mampu berkontribusi untuk negeri, untuk lingkungan sekitar. Kita mau jadi apa ke depan, kita akan berkontribusi dalam bidang apa ke depan.” Oleh karenanya, Dhea mengharapkan bagi mahasiswa yang masih semester awal untuk rajin bergabung dalam organisasai dan atau kegiatan voluntirisme. Dengan aktif bergabung dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, menjadi indikasi utama bahwa calon pelamar akan mampu memberikan perubahan di lingkungan sekitar.

“Sekaranglah saatnya alumni dari luar pulau Jawa untuk memperoleh beasiswa ke luar negeri. Jika selama ini, teman-teman di pulau Jawa yang banyak memanfaat beasiswa, kini saatnya kita yang berada di pulau Sumatera untuk lebih gigih meraih kesempatan itu.” Ujar Dhea dalam paparannya. Argumen ini tentu sangat beralasan, karena sudah banyak jalur-jalur khusus untuk memberi kemudahan bagi calon pelamar.

Peserta kegiatan mengikuti dengan antusias, terlihat dari banyaknya pertanyaan saat sesi dilaksanakan. Ketua LPPM UIN STS Jambi, Fridiyanto berharap agar kegiatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Fridiyanto menyampaikan “Peluang semakin luas, kita berharap banyak bermunculan alumni kita yang berkiprah di kampus luar negeri dengan beasiswa.” Untuk memacu alumni dan dosen untuk memperoleh beasiswa ke luar negeri, PLKI membuka pintu seluas-luasnya untuk pendampingan dan mentoring khusus bagi pendaftar beasiswa ke luar negeri.

Editor: Doni

Doni Pirdaus

Editor website LPPM

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 LPPM UIN STS Jambi. All Rights Reserved.