Bangun Inklusi di Kampus, Relawan Difabel UIN STS Jambi Gelar Kampanye Sadar Disabilitas Masuk Kelas

Berita 2 menit baca 31 kali dilihat
Bangun Inklusi di Kampus, Relawan Difabel UIN STS Jambi Gelar Kampanye Sadar Disabilitas Masuk Kelas

JAMBI – Pusat Gender, Anak dan Disabilitas UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi terus berkomitmen menciptakan lingkungan kampus yang ramah dan inklusif. Melalui barisan relawan yang tergabung dalam , mereka menggelar aksi nyata berupa kampanye kesadaran disabilitas (disability awareness campaign) dengan menyambangi ruang-ruang kelas perkuliahan.

Aksi masuk kelas ini dilakukan secara maraton dari bulan Juni 2026 di beberapa fakultas. Para relawan, yang sebagian juga merupakan mahasiswa difabel, turun langsung menjadi fasilitator. Mereka memberikan edukasi mengenai ragam disabilitas, cara berinteraksi yang tepat dan beretika dengan penyandang disabilitas, hingga pentingnya menghapus stigma negatif di lingkungan akademik.

Koordinator lapangan aksi ini, Deki Ramanda menjelaskan bahwa strategi “masuk kelas” dipilih agar pesan inklusi dapat tersampaikan secara lebih personal dan menyentuh langsung akar rumput mahasiswa. Selama sesi berlangsung, para relawan tidak hanya membagikan materi, tetapi juga membuka ruang diskusi interaktif yang disambut antusias oleh para mahasiswa dan dosen pengajar.

Kegiatan yang diinisiasi oleh PGAD ini mendapatkan apresiasi tinggi dari pihak universitas. Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. Kasful Anwar sangat menyambut kegiatan tersebut menyatakan bahwa: “Kegiatan ini membuktikan bahwa mahasiswa difabel bukan sekadar objek advokasi, melainkan subjek aktif yang mampu agen perubahan. Langkah mandiri para volunteer masuk ke kelas-kelas sangat efektif dalam menumbuhkan kampus UIN Jambi jyang ramah difabel.”

Menuju Kampus Responsif Gender dan Inklusi Sosial

Kampanye sadar disabilitas ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda musiman. PGAD berkomitmen untuk terus mengawal isu-isu aksesibilitas, baik dari segi infrastruktur fisik kampus maupun aksesibilitas sikap (attitudinal accessibility) dari seluruh warga UIN STS Jambi.

Dengan adanya dukungan penuh dari dosen pembimbing dan pihak rektorat, gerakan masuk kelas ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem kampus yang saling menghargai, setara, dan ramah terhadap semua latar belakang mahasiswa tanpa terkecuali. Kegiatan seperti ini adalah bagian dari kegiatan volunteer di bawah PGAD dan bisa diklaim sebagai Kukerta rekognisi.

Doni Pirdaus

Saya adalah seorang Editor website LPPM.

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Lihat semua

Pengumuman

Lihat semua

© 2026 LPPM UIN STS Jambi. All Rights Reserved. UTIPD 2026.