Bangun Kepedulian Sosial, UIN Jambi Gelar Orientasi Volunteer Pendamping Difabel

Berita 2 menit baca 40 kali dilihat
Bangun Kepedulian Sosial, UIN Jambi Gelar Orientasi Volunteer Pendamping Difabel

JAMBI — Rabu, 13 Mei 2026. Komitmen membangun kepedulian sosial terhadap penyandang difabel terus diperkuat oleh UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi melalui Program Orientasi Volunteer Difabel. Program yang memasuki tahun kedua ini diharapkan menjadi bagian penting dalam mendorong terwujudnya kampus inklusif.

Orientasi untuk Volunteer Difabel yang digelar di Aula LPPM diikuti oleh dosen pendamping dan mahasiswa peserta program yang digagas PGAD. Sebanyak 20 mahasiswa tercatat mendaftar dan akan menjalani kegiatan minimal selama 45 hari. Fokus kegiatan adalah pendampingan akademik dan non akademik mahasiswa difabel sesuai dengan tantangan ragam disabilitasnya.

Korpus GAD LPPM UIN STS Jambi, Nisaul Fadilah, Ph.D menyampaikan bahwa program ini merupakan tahun kedua pelaksanaan kegiatan voluntary untuk Pendampingan Difabel. Luaran dari kegiatan ini berupa rekognisi setara Kukerta regular, namun secara khusus berfokus pada pendampingan difabel.

“Orientasi hari ini dikhususkan bagi peserta KKN rekognisi pendampingan difabel. Program ini menjadi salah satu ikhtiar untuk mendorong UIN Jambi menjadi kampus inklusi yang memberi ruang setara bagi seluruh sivitas akademika,” ujarnya.

Wakil Rektor II UIN Jambi, Dr. Pahmi, Sy mengapresiasi inisiatif dan kreativitas Korpus GAD LPPM dalam mendukung penguatan kegiatan pengabdian masyarakat berbasis kepedulian sosial dan membanhun kampus UIN Jambi yang inklusi.

Menurut WR II, mahasiswa difabel membutuhkan perhatian khusus dalam setiap aktivitas pengabdian. Karena itu, para pendamping dituntut memiliki keikhlasan, kesabaran, dan kecakapan dalam menghadapi berbagai dinamika di lapangan.

“Dalam wilayah pengabdian, mahasiswa difabel memiliki kebutuhan-kebutuhan khusus yang harus dipahami dengan baik. Menjalankan tugas ini membutuhkan keikhlasan dan kepiawaian tersendiri agar pendampingan berjalan optimal,” katanya.

Ia berharap keterlibatan mahasiswa sebagai relawan pendamping dapat menjadi pengalaman baru yang memperkaya pengetahuan sekaligus mematangkan kemampuan komunikasi mereka, sejalan dengan tujuan utama KKN sebagai wahana pembelajaran sosial.

Ketua LPPM UIN STS Jambi, Fridiyanto, mengatakan orientasi ini merupakan kelanjutan dari rangkaian KKN rekognisi setelah sebelumnya dilaksanakan pembekalan khusus bagi Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS).

“Hari ini orientasi difokuskan pada pendampingan difabel. Program ini tidak hanya direkognisi sebagai pelaksanaan KKN, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran karakter untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Fridiyanto.

Melalui program tersebut, UIN Jambi menegaskan bahwa pendidikan tinggi bukan hanya ruang pengembangan akademik, melainkan juga wahana membangun empati sosialdan peradaban kampus yang inklusif bagi semua.

Editor: Doni

Tags:

Doni Pirdaus

Saya adalah seorang Editor website LPPM.

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 LPPM UIN STS Jambi. All Rights Reserved. UTIPD 2026.