Mahasiswa UIN Jambi Bangun Sinergi Bersama Warga Desa Bojong Menteng – Banten
LEBAK — Mahasiswa UIN Jambi Kuliah Kerja Nyata Nusantara VI mengawali pengabdian di Desa Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, dengan menggelar silaturahmi dan sosialisasi program kerja bersama pemerintah desa dan masyarakat, Senin (20/7/2026). Pertemuan mahasisiwa dan masyarakat menjadi titik awal membangun kolaborasi untuk menjalankan berbagai program pemberdayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Kegiatan dihadiri Kepala Desa Bojong Menteng Ajat Sudrajat, S.Pd., perangkat desa, para ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, perwakilan pemuda, serta warga. Kehadiran berbagai unsur masyarakat menunjukkan dukungan terhadap pelaksanaan KKN Nusantara VI yang menitikberatkan pada penguatan kapasitas masyarakat dan pengembangan potensi desa.
Ajat Sudrajat menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN Nusantara VI di Desa Bojong Menteng. Menurut Ajat, kehadiran mahasiswa diharapkan tidak hanya membawa gagasan baru, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata melalui program-program yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa KKN Nusantara VI. Semoga seluruh program yang telah dirancang dapat berjalan dengan lancar serta berkontribusi positif bagi kemajuan Desa Bojong Menteng,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan dipandu oleh Sastika Zikriyani, mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Suasana berlangsung hangat dan komunikatif, mencerminkan semangat kebersamaan antara mahasiswa dengan masyarakat desa.
Mahasiswa KKN Nusantara VI Kelompok 1 memaparkan sejumlah program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian. Presentasi disampaikan oleh Muhammad Fiqri, Ahmad Ivan Abid Nugroho, dan Muhammad Difa Izzati.
Program yang diperkenalkan mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, keagamaan, pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, digitalisasi pelayanan dan literasi, hingga pengembangan potensi lokal sebagai upaya mendorong kemandirian desa.
Sosialisasi tidak berhenti pada penyampaian program. Forum juga menjadi ruang dialog antara mahasiswa dan masyarakat. Berbagai masukan disampaikan oleh perangkat desa, ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemuda agar setiap program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan warga dan memiliki keberlanjutan setelah masa KKN berakhir.

Antusiasme peserta tampak dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung aktif. Beragam saran yang muncul akan menjadi bahan penyempurnaan pelaksanaan program sehingga lebih tepat sasaran dan memberikan dampak yang lebih luas.
Salah seorang perwakilan warga menilai program yang dipaparkan mahasiswa menghadirkan sejumlah inovasi yang belum pernah diterapkan di Desa Bojong Menteng. Ia berharap berbagai kegiatan tersebut mampu meninggalkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Program-program yang dibawa oleh KKN Nusantara ini merupakan sesuatu yang baru bagi desa kami. Kami berharap program-program tersebut tidak hanya memberikan manfaat selama mahasiswa berada di sini, tetapi juga mampu meninggalkan dampak yang berkelanjutan sehingga masyarakat tetap dapat merasakan manfaatnya meskipun mahasiswa KKN telah menyelesaikan masa pengabdiannya dan kembali ke kampus masing-masing,” katanya.
Mahasiswa KKN Nusantara VI berharap kemitraan yang terjalin sejak awal ini menjadi fondasi bagi pelaksanaan seluruh program pengabdian. Dengan mengedepankan kolaborasi, gotong royong, dan partisipasi masyarakat, mereka optimistis setiap agenda yang telah dirancang dapat terlaksana secara optimal serta berkontribusi terhadap kemajuan Desa Bojong Menteng.
Sosialisasi program kerja tersebut sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan KKN Nusantara VI Kelompok 1 di Desa Bojong Menteng. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan menjadi modal utama dalam mewujudkan pengabdian yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi pembangunan desa.
Bagikan: