Nurul Faiza: Perbedaan Bahasa, Waktu, dan Budaya Bukan Penghalang Kelas Internasional COIL
Hasil kolaborasi penelitian kelas COIL (Collaborative Online International Learning) kerjasama antara Michigan State University (MSU), dipresentasikan pada Seminar yang diadakan di MSU Museum, Amerika Serikat. Kegiatan seminar ini diadakan secara hybrid; di MSU dilaksanakan secara luring (offline), sementara peserta dari Indonesia bergabung melalui Zoom.
Hadir sebagai pemateri dalam kegaitan ini April Best, Ayat (Yoyo) Ismail, dan Nurul Faiza. April Best dan Ayat (Yoyo) Ismail adalah mahasiswi Ph.D di Michigan State University, sementara Nurul Faiza adalah mahasiswi Magister di TBI Pascasarjana UIN ST Jambi.
Seminar diawali dengan presentasi Nurul Faiza dari UIN STS Jambi. Dalam paparanya, Nurul Faiza mempresentasikan pengalaman selama mengadakan kelas COIL. Ia menyampikan bahwa kelas COIL telah memberikan kesan yang mendalam bagi mahasiswa dari Indonesia. Ia sangat menikmati kelas COIL, karena selain mempelajari topik-topik di kelas, mahasiswa dapat berinteraksi secara langsung dengan mahasiswa dari Amerika Serikat. Ditambah lagi, mahasiswa dari Amerika Serikat adalah mahasiswa doktoral.
Nurul Faiza juga menyoroti tentang kendala dan tantangan dalam melaksanakan kelas COIL. Faiza menyatakan bahwa Bahasa merupakan salah satu kendala dalam diskusi kelas COIL. Namun ternyata, mahasiswa dari MSU sangat terbuka, selalu memotivasi bahwa jangan malu untuk bertanya dan mengungkapkan pendapat. Faiza juga menyoroti bahwa kolega mereka dari Amerika juga sangat supportive ketika mereka mengerjakan projek film dokumenter tentang topik utama Kelapa Sawit. Mahasiswa dari MSU selalu mendukung informasi dan sumber-sumber ketika mahasiswa sedang melakukan interview dan mengambil data dari lapangan. Bahkan mahasiswa MSU juga membantu dalam menyusun draft pertanyaan interview. Ia juga menyoroti, meskipun terdapat perbedaan waktu yang signifikan antara kedua negara, namun tidak menjadi penghalang dalam melaksanakan kelas Internasional COIL.
Mahasiswa Amerika dan Indonesia berkolaborasi dalam membuat video dokumenter dalam tiga bentuk: (1) Kelapa Sawit dan pengaruh terhadap ekonomi skala kecil; (2) Kelapa Sawit dan isu lingkungan; (3) Kelapa Sawit dan pengaruhnya terhadap Pertanian Pangan. Dalam membuat film dokumenter mahasiswa UIN Jambi dan MSU selalu bekerjasama baik secara synchronous dan asynconous. Dalam melakukan kerjasama tersebut, Faiza menyoroti bahwa meskipun mereka mempunyai perbedaaan budaya dalam kinerja namun tidak merupakan menjadi masalah yang berarti.
Setelah sesi Nurul Faiza, dilanjutkan dengan presentasi dari April Best dan Yoyo Ismail. Mereka berdua mempresentasikan artikel dan sumber-sumber informasi menarik terkait isu Kelapa Sawit yang mereka masukkan dalam sebuah Website. Mereka juga mempresentasikan potongan video dan foto, yang tidak dimasukkan dalam video dokumenter.
Diskusi tersebut mendapatkan respon yang sangat positif, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan dalam sesi tersebut. Sesi ditutup dengan kesimpulan yang disampaikan oleh Prof. Salah Hasan, selaku direktur Global Studies. Acara Seminar ini juga dihadiri oleh para dosen dan mahasiswa dari UIN Jambi. Pejabat UIN Jambi juga tampak hadir seperti ketua LPPM UIN STS Jambi, koordinator layanan dan kerjasama internasional, serta koordinator pusat gender, anak dan disabilitas.
Admin LPPM
