PGAD Peduli Hadirkan Stand Bazar Mahasiswa Disabilitas dan Pelatihan Bahasa Isyarat
Jambi, 21 Maret 2024 – Dalam rangka semarak Ramadhan, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi mengadakan Sutha Ramadhan Fair pada tanggal 18 – 23 Maret 2024 bertempat di Kampus II Mendalo. Lembaga Pendidikan dan Penelitian kepada Masyarakat (LPPM) melalui Pusat Gender, Anak, dan Disabilitas menghadirkan ‘PGAD Peduli’, sebuah kegiatan sebagai bentuk kepedulian sosial bagi mahasiswa penyandang difabel agar lebih berdaya.
Menggandeng Pusat Bahasa Insyarat (Pusbisindo) Jambi, PGAD menyediakan stand bazar untuk pemberdayaan anak berkebutuhan khusus sekaligus menampilkan karya-karya mahasiswa disabilitas yang sedang menempuh pendidikan di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Sejak tahun 2020 UIN STS Jambi sudah melakukan rekruitmen bagi mahasiswa penyandang disabilitas dan saat ini sudah memiliki 11 mahasiswa tersebar di beberapa fakultas. Lulusan pertama dari penyadang disabilitas telah menyelesaikan jenjang S1 dengan status Cumlaude dan mendapatkan beasiswa dari Rektor UIN STS Jambi untuk melanjutkan ke jenjang S2.
Ketua PGAD – Nisaul Fadilah mengatakan, “PGAD Peduli hadir untuk menunjukkan bahwa kita akan menuju kampus inklusif, termasuk memberikan ruang dan kesempatan yang sama bagi setiap warga kampus, termasuk kelompok disabilitas untuk berkarya dan mendapat apresiasi. Mahasiswa disabilitas bisa berdaya melalui karya-karya yang telah dihasilkan. Harapan kami melalui acara ini masyarakat civitas akademika lebih terbuka kesadaran (awareness)nya terhadap kelompok penyandang disabilitas khususnya bagi mahasiswa berkebutuhan yang sedang menempuh pendidikan UIN STS Jambi.”
Selain kegiatan Bazar yang dikelola mahasiswa disabilitas, PGAD Peduli juga menghadirkan Pusbisindo bagi mahasiswa dan dosen yang tertarik untuk belajar bahasa Isyarat. Mahasiswa dan dosen bisa langsung mendaftar menjadi peserta pelatihan bahasa Isyarat atau mendaftar melalui PGAD.
Harapannya, dengan adanya pameran ini pengguna jalan maupun pengunjung dapat mengetahui bahwa disabilitas juga mampu mandiri, berkarya, dan bersinergi dalam UMKM lokal di masyarakat.
Wakil Rektor 3 selaku Ketua Panitia Sutha Ramadhan Fair dalam kesempatan mengunjungi stand Sahabat Inklusi, menyambut baik adanya partisipasi dari mahasiswa difabel dan program terkait mahasiswa difabel oleh PGAD ke depan.
Putri Fatma Azzahra, selaku kordinator Stand Sahabat Inklusi merasa senang adanya pameran ini karena ternyata minat masyarakat terhadap penguasaan bahasa isyarat cukup baik. Putri juga adalah koordinator Pusbisindo Jambi yang saat ini berstatus sebagai mahasiswa Ilmu Pemerintahan- UIN STS Jambi semester dua.
‘Semoga hubungan dosen dan mahasiswa Tuli secara khusus dan mahasiswa difabel umumya bisa lebih akrab. Salah satunya dengan adanya penguasaan bahasa isyarat’ tegasnya dalam bahasa Isyarat.
Admin LPPM
