Potensi UIN STS Jambi Jalankan Kolaborasi Riset di Thailand
Selama ini Thailand belum dianggap oleh para peneliti di Indonesia sebagai negara yang maju risetnya, padahal riset di Thailand sudah sangat advanced.
Demikian disampaikan Atase Pendidikan KBRI, City Daniela Aruan, Rabu (11/07/2024) di Bangkok. Daniela menjelaskan bahwa saat ini Thailand sudah berkurang menggunakan produk impor.
Menurut Daniela berkurangnya konsumsi produk impor dikarenakan para peneliti di Thailand telah berhasil menerapkan temuan-temuan riset di berbagai bidang seperti, pertanian, peternakan, sehingga tidak ada ketergantungan teknologi dari luar negeri.
Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. As’ad kepada Atase Pendidikan KBRI Bangkok menjelaskan rute rihlah akademik yang dilakukan selama di Thailand,”Kami sudah mengunjungi beberapa kampus di wilayah Thailand Selatan, sudah terjadi kesepakatan kerjasama di antaranya kolaborasi riset,” kata Prof. As’ad.
Prof. As’ad menyampaikan pentingnya dukungan dan bantuan KBRI agar UIN STS Jambi bisa lebih banyak terkoneksi dengan kampus-kampus terbaik di Thailand, dan bukan hanya kampus-kampus yang fokus pada studi Islam, karena UIN Jambi juga telah memiliki keilmuan umum, sains dan teknologi.
Ketua LPPM, Fridiyanto menyampaikan bahwa UIN STS Jambi selain berniat laksanakan kerjasama riset, juga ingin menyelenggarakan program pengabdian internasional bagi mahasiswa S1 di Thailand, semoga keinginan ini bisa diwujudkan dengan adanya bantuan dan kontribusi KBRI di Bangkok.
Pertemuan ditutup dengan menikmati kue-kue tradisional khas Indonesia.
Editor: Doni