Pusat Lingkungan Memulai Orientasi Volunteer, Hasil Magang akan Dikonversi menjadi Kukerta 2025
Kamis (17/04/2025) di Gedung Amphitheater GCR, Pusat Lingkungan dan SDGs (PLHSDGs) menyelenggarakan kegiatan Orientasi Volunteer. Pertemuan ini dihadiri oleh mahasiswa calon volunteer, dan Dosen Pendamping Lapangan. Peserta menerima penjelasan tentang program magang PLHSDGs yang nantinya akan dikonversi menjadi Kukerta oleh Pusat Pengabdian kepada Masyarakat.
Ketua LPPM, Fridiyanto menyampaikan bahwa program magang yang dibuat oleh PLHSDGs akan dikonversi menjadi Kukerta sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Juknis Kukerta 2025,”Kebijakan efisiensi anggaran telah memacu kita untuk lebih kreatif, dan program magang yang dikordinir oleh Bu Irmawati merupakan salah satu alternatif solusi bagi mahasiswa untuk menyelesaikan tugas Kukerta”, jelas Fridiyanto.
Ketua LPPM berharap mahasiswa mengikuti program PLHSDGs dengan sebaik-baiknya,”Ikutilah arahan dan setiap kegiatan yang telah dirancang oleh PLHSDGs, setelah mahasiswa menyelesaikan magangnya maka mahasiswa harus melapor ke Pusat Pengabdian kepada Masyarakat yang dikoordinir oleh Pak Muhklis, barulah nantinya mahasiswa akan mendapatkan sertifikat Kukerta, tapi harus memiliki penilaian yang bagus dari DPL dan Korpus Lingkungan yang menjalankan program magang,” ujarnya.
Fridiyanto kembali menjelaskan saat ini Kukerta 2025 terbagi dalam: Kukerta Mandiri, Kukerta Konversi MBKM dan Magang, serta Kukerta konversi Pengabdian Dosen dan Mahasiswa,”untuk Kukerta Mandiri saat ini pendaftaran telah diperpanjang, sedangkan Kukerta Magang nanti Pusat Pengabdian akan menerimanya pada bulan Agustus dengan bentuk laporan sebagaimana yang dijelaskan dan tertulis di juknis, harap baca juknis yang telah disediakan”, ujarnya.
PLHSDGs memiliki enam prioritas program: Pengentasan kemiskinan di internal dan eksternal, Pengelolaan sampah dan evolusi, Peningkatan kesetaraan gender dan perempuan, Pelestarian ekosistem hutan internal kampus, Penguatan tata kelola kelembagaan di masyarakat.
Korpus PLHSDGs, Irmawati Sagala menyampaikan saat ini jumlah sebaran pendaftaran, sebagai berikut: Desa digital 25 peserta, UMKM 20 peserta, Sampah, 30 peserta, dan penghijauan 10 orang. Sedangkan untuk DPL: Desa Digital 4 dosen, UMKM 4 dosen, dan Pengelolaan sampah 3 dosen.
Waktu pelaksanaan dengan penjelasan berikut: Pembukaan pekan IV April, Penutupan pekan I Juli, Laporan dan artikel pekan II Juli, Pengisian form konversi sertifikat Kekerta pada pekan IV Juli.
Irmawati mengatakan bahwa magang akan dilaksanakan di: Simpang Sei. Duren, Sungai Duren, Mendalo Indah, dan Mendalo Darat.
Porgram magang yang akan dijalankan oleh mahasiswa di antaranya: Penguatan penerapan desa digital, Pendampingan UMKM di desa, Pengelolaan sampah di kampus II UIN Jambi, dan Penghijauan di kampus II UIN Jambi.
Irmawati mengatakan kepada mahasiswa untuk secara serius dan disiplin mengikuti program yang dirancang oleh PLHSDGs. Jika mahasiswa sukses mengikuti magang bersama PLHSDGs maka nantinya tugas Kukerta mahasiswa pun juga akan sukses.
Editor: Doni
Bagikan: