Rektor Lepas Gelombang 1 Mahasiswa KKN, Tekankan Adaptasi dan Menjaga Marwah Kampus
Jambi — Sebanyak 341 mahasiswa UIN Jambi resmi diberangkatkan untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tahap I Angkatan ke-53. Pelepasan dilakukan oleh Rektor UIN STS Jambi di Lapangan Rektorat Lama, Kampus II Sungai Duren, Senin (6/7/2026), sebagai penanda dimulainya pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat selama satu bulan ke depan.
Kegiatan diawali dengan laporan Ketua LPPM, Fridiyanto yang menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN Reguler Tahap I berlangsung mulai 6 Juli hingga 5 Agustus 2026 dengan melibatkan 341 mahasiswa yang terbagi dalam 30 kelompok.
Sebanyak 15 kelompok ditempatkan di Kabupaten Batang Hari dan 15 kelompok lainnya di Kabupaten Muaro Jambi. Setiap posko beranggotakan 11 hingga 12 mahasiswa dengan komposisi rata-rata empat mahasiswa laki-laki dan delapan mahasiswa perempuan. Sebanyak 47 peserta membawa sepeda motor ke lokasi KKN setelah memperoleh izin tertulis dari orang tua. Selain itu, seluruh tempat tinggal mahasiswa di lokasi KKN dipisahkan antara peserta laki-laki dan perempuan sebagai bagian dari penerapan tata kelola pelaksanaan KKN.
“KKN Tahap I ini diikuti oleh 341 peserta yang tergabung dalam 30 kelompok. Rinciannya, 15 kelompok ditempatkan di Kabupaten Batang Hari dan 15 kelompok lagi di Kabupaten Muaro Jambi. Setiap posko terdiri dari 11 sampai 12 orang peserta, dengan komposisi empat laki-laki dan delapan perempuan. Terdapat 47 mahasiswa yang membawa sepeda motor ke lokasi KKN dan telah menyerahkan surat izin orang tua. Seluruh posko mahasiswa di lokasi KKN dipisahkan antara laki-laki dan perempuan,” ujar Fridiyanto.

Rektor UIN STS Jambi menegaskan bahwa keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa membangun hubungan yang baik dengan masyarakat. Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi modal utama agar mahasiswa dapat menjalankan fungsi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam Tridarma Perguruan Tinggi.
“Mahasiswa harus bisa cepat menyesuaikan diri dengan masyarakat, terutama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan pemuda setempat. Dengan waktu yang singkat ini, diharapkan mahasiswa mampu mengimplementasikan Tridarma Perguruan Tinggi di tengah masyarakat,” tegas Rektor.
Rektor juga mengingatkan bahwa para peserta KKN membawa nama baik institusi selama berada di desa penempatan. Karena itu, mahasiswa diminta menjaga etika, menunjukkan keteladanan, serta mengambil peran aktif dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
“Jangan sampai ada berita jelek yang viral mengenai mahasiswa KKN. Kampus Islam itu yang harus dijunjung di masyarakat. Tunjukkan kemampuan dan jadilah contoh yang baik dengan menjadi pionir di desa-desa tersebut, seperti menjadi imam, khotbah, azan, memimpin yasinan dan tahlilan,” pesannya.

Kuliah Kerja Nyata merupakan salah satu bentuk implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar memahami dinamika sosial, membangun kepemimpinan, serta mengembangkan kemampuan memecahkan persoalan masyarakat secara kolaboratif.
Prosesi pelepasan ditutup dengan pelepasan balon sebagai simbol dimulainya pengabdian mahasiswa di daerah penempatan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang diikuti seluruh peserta KKN, panitia, dosen pendamping lapangan, dan jajaran pimpinan UIN STS Jambi sebagai penanda dimulainya perjalanan pengabdian Angkatan ke-53.