Rektor UIN STS Jambi: Ulama dan Cendikiawan Harus Terlibat Selesaikan Persoalan Sosial
Saat ini dunia dipenuhi beragam persoalan kemanusiaan, perang, ekonomi, dan lingkungan. Di tengah problema tersebut muncul pertanyaan mengenai kontribusi agama, ulama dan cendikiawan dalam memberikan solusi problem umat manusia. Ujar Prof. Dr. As’ad dalam sambutannya.
Lebih lanjut Rektor mengatakan bahwa forum akademik, Konferensi Internasional,”On Qur’an, Tradition, and Contemporary Issues” yang diselenggarakan oleh FUSA dan LPPM diharapkan dapat menjawab berbagai problem.
Dalam konferensi ini diharapkan adanya upaya kontekstualisasi agama untuk memahami konflik sosial, sehingga agama menjadi transformatif dengan kehidupan manusia yang penuh dialektika.
Lebih lanjut Rektor mengatakan bahwa di Timur Tengah terdapat banyak ulama memproduksi kitab, namun demikian konflik dengan baju agama terus terjadi dan memakan banyak korban. Berbeda dengan di Indonesia, para ulama tidak hanya memproduksi ilmu, tetapi juga bisa bercengkrama, memandu, dan mendidik masyarakat dalam religiusitas serta kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Ulama di Indonesia tidak tercerabut dari akar masyarakat. Ulama ikut memandu nasionalisme, dan menjaga perdamaian. Oleh karena itu, para cendikiawan harus terlibat dalam memandu masyarakat. Ujar Prof. As’ad.
Rektor mengajak para cendikiawan sivitas akademika UIN Jambi untuk dapat membaur dan terlibat aktif dalam kehidupan bermasyarakat, mulai dari menjadi pengurus mesjid, menjadi RT, dan berbagai bentuk kontribusi sosial lainnya agar para akademisi UIN Jambi tidak berada di menara gading.
Dekan FUSA, Prof. Dr. H. Kasful Anwar dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan konfrensi internasional ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan agenda Rektor untuk menjadi Unggul.
Dr. Masiyan mengatakan bahwa acara terselenggara atas kerjasama Pusat Layanan Kerjasama Internasional LPPM dengan Prodi Ilmu Alqur’an dan Tafsir, FUSA. Konferensi internasional yang berlangsung ini merupakan langkah awal kerjasama UIN Jambi dan USIM, Malaysia.
Konferensi berlangsung dari tanggal 21-22 Mei, presenter makalah berasal dari dalam dan luar negeri. Dalam sesi hiburan diisi dengan musikalisasi hadis, dan hadrah dari mahasiswa FUSA.
Admin LPPM
