Silaturahim LPPM dan Balitbangda Jambi: Pentingnya Inisisasi Pembentukan Perhimpunan Periset Indonesia di Jambi

Berita 2 menit baca 150 kali dilihat

Perhimpunan Periset Indonesia (PPI) merupakan sebuah organisasi profesi periset Indonesia yang diamanatkan oleh BRIN sebagai instansi pembina periset di Indonesia untuk melaksanakan : penegakan etika periset, advokasi periset, dan pengembangan kompetensi periset.

Demikian di sampaikan oleh Edy Hardjito dalam silaturahim Balitbangda Jambi dengan LPPM UIN STS Jambi pagi ini di ruang Ketua LPPM (21/03). Edy mengatakan dibutuhkan minimal 40 periset untuk membentuk PPI.

Edy menjelaskan selama ini, beberapa periset di Jambi masih mengikuti PPI di Sumatera Selatan, karena belum adanya PPI Provinsi Jambi. Edy menambahkan dengan berhimpunnya para peneliti di PPI maka bisa akan lebih bersinergi dalam berbagai program riset, sehingga tidak seperti selama ini,”Peneliti UIN jalan sendiri, Unja jalan sendiri, dan peneliti di Balitbangda jalan sendiri,” katanya.

Dengan adanya PPI informasi mengenai tentang kegiatan riset dan peluang kerjasama lebih terbuka lebar.

Ketua LPPM, Fridiyanto, menyambut baik inisiasi pembentukan PPI dari Balitbangda,”Kami para peneliti di UIN STS Jambi menyambut baik dan siap berpartisipasi dalam inisiasi PPI tersebut,” katanya.

Di ujung diskusi Edhy memperkenalkan jurnal milik Balitbangda yang bernama,”Jurnal Khasanah Intelektual,” ia mengundang akademisi UIN Jambi untuk menulis,”Selama ini penulis yang dimuat artikelnya mendapatkan honor,” katanya sambil tersenyum.

Ikut hadir, Koordinator Pusat Penerbitan dan Publikasi, M. Husnul Abid. Pada kesempatan ini Koordinator Publikasi menawarkan kepada pengelola Jurnal Khasanah Intelektual Balitbangda Jambi melibatkan dosen UIN Jambi menjadi reviewer.

Admin LPPM

Bagikan:

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 LPPM UIN STS Jambi. All Rights Reserved.