Staf Khusus Menteri Agama Dorong UIN Jambi Perkuat Informasi Publik dan Publikasi Kelembagaan
JAMBI— Pemanfaatan media dan pengelolaan informasi publik menjadi salah satu tantangan yang masih dihadapi perguruan tinggi di era digital. Karena itu, sivitas akademika Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi didorong untuk lebih aktif mengelola dan menyebarluaskan informasi kelembagaan agar berbagai capaian akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dapat diketahui publik secara luas.
Pesan tersebut mengemuka dalam diskusi yang menghadirkan, Stafsus Menag, Ismail Cawidu bersama sivitas akademika UIN Jambi. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan materi mengenai pentingnya kebijakan informasi publik sebagai bagian dari upaya membangun transparansi, akuntabilitas, dan citra positif perguruan tinggi.
Menurut Ismail, pengelolaan informasi publik tidak dapat dipandang sebagai tugas administratif semata. Publikasi yang baik menjadi instrumen penting untuk memperlihatkan kontribusi nyata perguruan tinggi kepada masyarakat.
Dalam paparannya, Ismail mengatakan adanya unit di yang belum optimal memanfaatkan laman resmi institusi untuk mempublikasikan berbagai kegiatan dan capaian yang telah dilakukan. Padahal, website lembaga merupakan salah satu kanal utama yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi kepada publik secara cepat dan terdokumentasi.
“Tanpa berita, berbagai kegiatan baik yang dilakukan institusi berpotensi hilang dari ruang publik,” ujarnya. Karena itu, ia menilai seluruh sivitas akademika memiliki tanggung jawab bersama untuk mengomunikasikan berbagai program, inovasi, serta prestasi yang telah dihasilkan UIN Jambi.
Pada kesempatan tersebut, Ismail juga menampilkan hasil evaluasi kinerja pimpinan UIN Jambi yang diolah menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Evaluasi tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan informasi dan publikasi di ruang digital sangat memengaruhi banyaknya data yang dapat dihimpun dan dianalisis. Unit-unit yang minim publikasi cenderung menghasilkan informasi yang terbatas dalam proses pemetaan kinerja.
Paparan tersebut sekaligus memperlihatkan semakin pentingnya kehadiran digital lembaga di tengah perkembangan teknologi informasi. Kinerja institusi tidak hanya tercermin dari program yang dijalankan, tetapi juga dari kemampuan mendokumentasikan dan menyebarluaskan informasi secara terbuka kepada masyarakat.
Diskusi berlangsung interaktif dan diikuti oleh berbagai unsur sivitas akademika. Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Jambi turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Melalui forum itu, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya optimalisasi berbagai kanal komunikasi publik, mulai dari website, media sosial, hingga pemberitaan institusi. Kesadaran tersebut dinilai menjadi modal penting bagi UIN Jambi untuk memperkuat keterbukaan informasi sekaligus meningkatkan visibilitas berbagai kontribusi kampus dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Editor: Doni