Tim LPPM Kenalkan Budaya Jambi kepada Reviewer Mora Funds
JAMBI — Monitoring Penelitian MoRA The Air Funds di Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi tidak hanya diisi dengan pembahasan akademik. Setelah monitoring penelitian, LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi mengajak salah satu reviewer, Prof. Dr. Lindra Darnela, S.Ag., M.Hum., mengenal sejumlah situs budaya dan kuliner khas Jambi, Jumat (18/9/2026).
Prof. Lindra merupakan Guru Besar Hukum Internasional UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang menjadi Reviewer I dalam monitoring penelitian berjudul “Humanisme Islam sebagai Etika Politik: Perkembangan Pemikiran Islam tentang Perang dan Perdamaian di Indonesia” yang diketuai Agus Salim, Ph.D.
Agenda kunjungan budaya tersebut diawali dengan mengunjungi kawasan Cagar Budaya Candi Muaro Jambi. Rombongan melihat kompleks percandian sekaligus mengenal sejarah dan warisan peradaban yang berkembang di kawasan tersebut.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke museum untuk melihat sejumlah manuskrip dan artefak yang berkaitan dengan sejarah dan kebudayaan Jambi.

Di sela perjalanan, rombongan berdiskusi secara informal di Pojok Kopi Dusun. Pembahasan yang sebelumnya berlangsung dalam forum akademik berlanjut dalam suasana lebih santai. Percakapan mencakup isu perang dan perdamaian, hubungan agama dan budaya, serta kekayaan budaya lokal Jambi.
Menjelang malam, rombongan mengunjungi Jembatan Gentala Arasy yang menjadi salah satu ikon Kota Jambi. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan shalat Maghrib berjamaah di Masjid Agung Al-Falah atau yang dikenal sebagai Masjid 1000 Tiang.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan menikmati kuliner khas Jambi, Mie Celor. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda pendamping setelah pelaksanaan monitoring penelitian.
Ketua LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Fridiyanto, mengatakan pengenalan budaya lokal kepada akademisi dari luar daerah menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan sejarah dan kebudayaan Jambi.

Menurut Fridiyanto, kegiatan akademik dapat menjadi ruang pertukaran pengetahuan yang tidak hanya berlangsung di ruang seminar, tetapi juga melalui pengenalan konteks sosial dan budaya tempat penelitian dan kegiatan akademik dilaksanakan.
Rangkaian kegiatan tersebut melengkapi pelaksanaan monitoring penelitian MoRA The Air Funds yang sebelumnya membahas kajian tentang humanisme Islam sebagai etika politik, khususnya perkembangan pemikiran Islam mengenai perang dan perdamaian di Indonesia.