PGAD UIN STS Jambi Lakukan Pemantauan Mahasiswa Difabel dan Koordinasi Langsung ke Kelas
UIN STS JAMBI, 21 September 2026 – Pusat Gender, Anak, dan Disabilitas (PGAD) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi melakukan pemantauan terhadap mahasiswa penyandang disabilitas dengan mengunjungi langsung ruang perkuliahan di lingkungan kampus, Senin (21/9).
Kegiatan ini dipimpin oleh Nisaul Fadillah selaku Korpus Gender, Anak, dan Disabilitas (GAD) PGAD LPPM UIN STS Jambi dan didampingi oleh Ketua Program Studi Ilmu Perpustakaan serta dibantu volunteer. Pemantauan dilakukan sebagai bagian dari komitmen PGAD untuk memastikan proses pembelajaran berlangsung secara inklusif dan mahasiswa difabel memperoleh pengalaman belajar yang aman, nyaman, serta diterima dengan baik di lingkungan akademik.
Dalam kunjungan tersebut, tim PGAD berkoordinasi langsung dengan pihak program studi dan mengamati kondisi pembelajaran di kelas. Selain melihat proses perkuliahan, PGAD juga berdialog dengan mahasiswa untuk mendengar pengalaman mereka selama mengikuti kegiatan akademik, termasuk kebutuhan dukungan yang diperlukan agar proses belajar dapat berjalan optimal.
Nisaul Fadillah menyampaikan bahwa pemantauan ini merupakan langkah penting untuk memastikan kampus tidak hanya menyediakan akses bagi mahasiswa difabel, tetapi juga membangun lingkungan belajar yang benar-benar inklusif. Menurutnya, koordinasi langsung dengan program studi menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan pendampingan dan memastikan setiap mahasiswa mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengikuti perkuliahan.
Pada kesempatan tersebut, PGAD juga mengajak mahasiswa difabel untuk berpartisipasi dalam berbagai program pengembangan yang sedang dibuka. Mahasiswa ditawarkan bergabung sebagai Volunteer Difabel UIN STS Jambi 2026, sebuah program yang melibatkan mahasiswa sebagai mitra PGAD dalam mendukung terwujudnya kampus yang inklusif dan ramah disabilitas.

Selain itu, PGAD mengundang mahasiswa untuk mengikuti Program Belajar Bahasa Isyarat Indonesia yang diselenggarakan bekerja sama dengan Pusbisindo Provinsi Jambi. Program ini terbuka bagi mahasiswa yang ingin meningkatkan kemampuan komunikasi dengan komunitas Tuli sekaligus memperluas wawasan mengenai budaya Tuli dan layanan inklusif di lingkungan kampus.
PGAD juga memperkenalkan Pemilihan Duta Gender, Anak, dan Disabilitas 2026 kepada mahasiswa sebagai ruang bagi generasi muda UIN STS Jambi untuk menjadi agen perubahan dalam mengampanyekan kesetaraan, perlindungan anak, pencegahan kekerasan, dan penguatan budaya kampus yang inklusif.
Melalui pemantauan dan koordinasi langsung ini, PGAD berharap hubungan antara mahasiswa difabel, program studi, dan unit layanan kampus semakin kuat sehingga setiap mahasiswa dapat menjalani proses pendidikan dengan dukungan yang setara dan berkelanjutan.
Kegiatan pemantauan ditutup dengan sesi pengenalan singkat Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) yang dipandu oleh tim PGAD. Pada sesi ini, mahasiswa bersama dosen dan pihak program studi diperkenalkan pada beberapa kosakata dan sapaan dasar dalam bahasa isyarat sebagai bentuk edukasi awal mengenai komunikasi yang inklusif dengan komunitas Tuli.
Sebagai bagian dari peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional yang diperingati setiap 23 September, seluruh peserta juga membuat video kampanye bersama menggunakan bahasa isyarat. Video tersebut menjadi simbol dukungan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi terhadap peningkatan kesadaran akan pentingnya akses komunikasi, penghormatan terhadap bahasa isyarat, serta komitmen kampus dalam mewujudkan lingkungan yang semakin inklusif bagi mahasiswa penyandang disabilitas.
Bagikan: