UIN STS Jambi Siapkan 25 Duta Gender sebagai Penggerak Kampus Inklusif dan Nirkekerasan
Sebanyak 25 calon Duta Gender, Anak, dan Disabilitas (GAD) UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi Tahun 2026 mengikuti pembekalan yang diselenggarakan Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PGAD) UIN STS Jambi di Ruang Amphitheater Lantai 4 Gedung Rektorat, Senin (12/10/2026). Kegiatan ini dihadiri para Wakil Dekan III di lingkungan UIN STS Jambi, Koordinator Pusat di Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Duta Gender 2025, mahasiswa difabel, serta volunteer mahasiswa difabel.
Dalam sambutannya, Koordinator Pusat Gender, Anak, dan Disabilitas (Korpus GAD) menyampaikan apresiasi kepada seluruh calon duta yang telah bersedia mengambil bagian dalam gerakan membangun kampus yang inklusif dan bebas dari kekerasan. Partisipasi mereka menunjukkan bahwa cita-cita mewujudkan lingkungan kampus yang aman, setara, dan menghargai keberagaman merupakan tanggung jawab bersama.
Ia menegaskan bahwa para Duta GAD tidak hanya diharapkan memahami isu gender, anak, dan disabilitas, tetapi juga berani menyuarakan serta memperjuangkan nilai-nilai tersebut melalui aksi nyata. Karena itu, pembekalan dirancang tidak hanya untuk memperkuat pengetahuan dasar, tetapi juga mengembangkan keterampilan komunikasi, penulisan berita yang sensitif gender dan tidak bias, serta kemampuan menjadi volunteer dan melakukan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai pencegahan kekerasan.

Sementara itu, Ketua LPPM UIN STS Jambi, Dr. Fridiyanto, menegaskan komitmen LPPM untuk menjadi lokomotif dalam mewujudkan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan. Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh elemen kampus, mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.
Pembekalan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I UIN STS Jambi, Dr. Ayub Mursalin, M.A. Ia menyambut baik pelaksanaan program Duta GAD dan berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan menghargai keberagaman.
Pembekalan Duta GAD 2026 dilaksanakan selama dua hari. Pada hari pertama, peserta mengikuti pembekalan secara daring dengan materi mengenai kesetaraan gender, perlindungan anak, dan isu disabilitas. Materi tersebut menjadi landasan bagi para calon duta untuk memahami persoalan, mengenali bentuk-bentuk diskriminasi dan kekerasan, serta berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif.

Pada hari kedua, pembekalan difokuskan pada penguatan keterampilan menulis berita dan opini bersama Siti Masnidar, anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Provinsi Jambi sekaligus pemilik media Jamberita. Melalui sesi ini, para calon duta dibekali kemampuan menyampaikan isu gender, anak, dan disabilitas melalui pemberitaan dan opini publik yang informatif, berperspektif inklusi, serta tidak mereproduksi stereotip maupun bias gender.
Kegiatan juga diisi dengan berbagi pengalaman dan pendampingan oleh Duta Gender 2025. Sesi ini menjadi ruang bagi para calon duta untuk belajar dari pengalaman pendahulunya dalam menjalankan peran sebagai agen perubahan di lingkungan kampus.
Selain itu, kegiatan dirangkaikan dengan pertemuan bersama mahasiswa difabel dan volunteer mahasiswa difabel. Pertemuan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk menjaring potensi dan bakat mahasiswa difabel yang akan mendapat ruang apresiasi melalui program Difabel Got Talent. Para peserta terpilih akan diumumkan pada acara Penganugerahan Duta GAD 2026.

Melalui rangkaian pembekalan ini, para calon Duta GAD diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman yang baik mengenai isu gender, anak, dan disabilitas, tetapi juga mampu mengomunikasikan isu tersebut secara tepat kepada masyarakat. Keterampilan menulis, kampanye digital, dan edukasi publik menjadi bekal penting untuk membangun kesadaran serta mendorong perubahan positif di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Program Duta GAD merupakan salah satu upaya PGAD UIN STS Jambi untuk melibatkan mahasiswa secara aktif dalam membangun budaya kampus yang egaliter, inklusif, ramah terhadap penyandang disabilitas, serta bebas dari kekerasan dan diskriminasi. Dengan semangat voluntarisme, para calon Duta GAD 2026 diharapkan mampu menerjemahkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh menjadi aksi nyata melalui edukasi, kampanye publik, pendampingan, dan berbagai kegiatan yang mendukung kesetaraan gender, perlindungan anak, serta pemenuhan hak penyandang disabilitas.
Melalui gerakan yang melibatkan mahasiswa sebagai penggerak perubahan, UIN STS Jambi terus mendorong terwujudnya lingkungan akademik yang aman, setara, dan memberikan ruang partisipasi bagi seluruh sivitas akademika tanpa terkecuali.
Bagikan: