UIN STS Jambi Sukses Gelar Pelatihan Adat Istiadat Generasi Muda

UIN STS Jambi Sukses Gelar Pelatihan Adat Istiadat Generasi Muda

Berita 2 menit baca 32 kali dilihat

Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sukses

melaksanakan Pelatihan Adat Istiadat Melayu Jambi bagi Generasi Muda bertema

“Revitalisasi Nilai Adat Melayu Jambi di Era Digital” pada Selasa (23/9/2026) di

Amphiteater lantai 4 Gedung Rektorat.

Kegiatan ini dibuka oleh Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. Kasful Anwar,

M.Pd, dengan menghadirkan pemateri Datuk H. Amrullah,S.Ag MM (Temenggung

Rekso Dano Setio Guno), Drs. H. Fathuddin Abdi, SmHk. MM (Datuk Jago Pati

Setio Pseko), serta Korpus Peradaban Melayu Dr. Tabroni, S.Ag., M.Pd.I,(Datuk

Sutan Setio Alam Nan Barajo) Turut hadir Lembaga Adat Melayu Bumi Serentak

Bakregam Kabupaten Batanghari, LAM Tanah Pilih Pesko Batuah Kota Jambi,

LAM Negeri Sailun Salimbai Kabupaten Muaro Jambi, kepala desa, kepala dusun,

RT, dan tokoh adat dan tokoh Masyarakat dari Sungai Duren ,Desa Simpang

Sunagai Duren,Desa Mendalo Indah,Desa Mendalo Darat,desa Pematang Jering

yang merupakan daerah lingkaran kampus.

Pelatihan diawali dengan penandatanganan MoU dan MoA antara UIN STS

Jambi dengan LAM Kota Jambi,Lembaga Adat Batanghari, dan LAM Muaro

Jambi. Setelah itu, sambutan disampaikan oleh Korpus Peradaban Melayu,

dilanjutkan dengan pembukaan resmi oleh rektor. Dalam sesi materi, H. Amrullah

menekankan bahwa adat Melayu Jambi bukan sekadar simbol, melainkan sistem

nilai yang mengatur hubungan sosial, mulai dari tata cara bermusyawarah hingga

etika berkomunikasi. “Generasi muda harus paham bahwa adat adalah pagar

kehidupan, bukan penghalang,” ujarnya. Sementara itu, Drs. H. Fathuddin Abdi

menyoroti tantangan era digital yang sering mengikis rasa hormat antar generasi. Ia

menegaskan pentingnya mengintegrasikan nilai adat ke dalam praktik sehari-hari,

termasuk dalam penggunaan media sosial.

Dari rangkaian materi tersebut, benang merah yang muncul adalah perlunya

generasi muda tidak hanya mengenal adat sebagai warisan, tetapi juga

menghidupkannya kembali sebagai pedoman moral di tengah derasnya arus

digitalisasi. Menurut Dr. Tabroni, “Kita kembali bangkitkan batang terendam, kita

kautkan lagi akar adat istiadat Melayu untuk generasi muda kita.” Rektor UIN STS

Jambi menambahkan, “UIN STS Jambi adalah kampus yang konsisten menjaga

adat istiadat Melayu. Kita terus mengejar kampus kelas dunia, namun tetap

membumi, berakar pada local wisdom yaitu adat istiadat Melayu Jambi.”

Pelatihan ini dianggap krusial karena banyak generasi muda mulai

kehilangan jati diri adat Melayu Jambi akibat derasnya arus teknologi informasi dan

kebebasan bermedia sosial. Melalui kegiatan ini, UIN STS Jambi berharap dapat

memperkuat kembali nilai-nilai adat sebagai fondasi karakter generasi muda di era global.

Doni Pirdaus

Editor website LPPM

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 LPPM UIN STS Jambi. All Rights Reserved.