UIN STS Jambi Sukses Gelar Pelatihan Adat Istiadat Generasi Muda
Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sukses
melaksanakan Pelatihan Adat Istiadat Melayu Jambi bagi Generasi Muda bertema
“Revitalisasi Nilai Adat Melayu Jambi di Era Digital” pada Selasa (23/9/2026) di
Amphiteater lantai 4 Gedung Rektorat.
Kegiatan ini dibuka oleh Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. Kasful Anwar,
M.Pd, dengan menghadirkan pemateri Datuk H. Amrullah,S.Ag MM (Temenggung
Rekso Dano Setio Guno), Drs. H. Fathuddin Abdi, SmHk. MM (Datuk Jago Pati
Setio Pseko), serta Korpus Peradaban Melayu Dr. Tabroni, S.Ag., M.Pd.I,(Datuk
Sutan Setio Alam Nan Barajo) Turut hadir Lembaga Adat Melayu Bumi Serentak
Bakregam Kabupaten Batanghari, LAM Tanah Pilih Pesko Batuah Kota Jambi,
LAM Negeri Sailun Salimbai Kabupaten Muaro Jambi, kepala desa, kepala dusun,
RT, dan tokoh adat dan tokoh Masyarakat dari Sungai Duren ,Desa Simpang
Sunagai Duren,Desa Mendalo Indah,Desa Mendalo Darat,desa Pematang Jering
yang merupakan daerah lingkaran kampus.
Pelatihan diawali dengan penandatanganan MoU dan MoA antara UIN STS
Jambi dengan LAM Kota Jambi,Lembaga Adat Batanghari, dan LAM Muaro
Jambi. Setelah itu, sambutan disampaikan oleh Korpus Peradaban Melayu,
dilanjutkan dengan pembukaan resmi oleh rektor. Dalam sesi materi, H. Amrullah
menekankan bahwa adat Melayu Jambi bukan sekadar simbol, melainkan sistem
nilai yang mengatur hubungan sosial, mulai dari tata cara bermusyawarah hingga
etika berkomunikasi. “Generasi muda harus paham bahwa adat adalah pagar
kehidupan, bukan penghalang,” ujarnya. Sementara itu, Drs. H. Fathuddin Abdi
menyoroti tantangan era digital yang sering mengikis rasa hormat antar generasi. Ia
menegaskan pentingnya mengintegrasikan nilai adat ke dalam praktik sehari-hari,
termasuk dalam penggunaan media sosial.
Dari rangkaian materi tersebut, benang merah yang muncul adalah perlunya
generasi muda tidak hanya mengenal adat sebagai warisan, tetapi juga
menghidupkannya kembali sebagai pedoman moral di tengah derasnya arus
digitalisasi. Menurut Dr. Tabroni, “Kita kembali bangkitkan batang terendam, kita
kautkan lagi akar adat istiadat Melayu untuk generasi muda kita.” Rektor UIN STS
Jambi menambahkan, “UIN STS Jambi adalah kampus yang konsisten menjaga
adat istiadat Melayu. Kita terus mengejar kampus kelas dunia, namun tetap
membumi, berakar pada local wisdom yaitu adat istiadat Melayu Jambi.”
Pelatihan ini dianggap krusial karena banyak generasi muda mulai
kehilangan jati diri adat Melayu Jambi akibat derasnya arus teknologi informasi dan
kebebasan bermedia sosial. Melalui kegiatan ini, UIN STS Jambi berharap dapat
memperkuat kembali nilai-nilai adat sebagai fondasi karakter generasi muda di era global.
Bagikan: