Jambi — Korpus Gender, Anak, dan Disabilitas UIN Jambi menggelar webinar bertajuk “Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah” sebagai upaya membuka ruang diskusi publik mengenai bahaya child grooming dan pentingnya perlindungan anak. Diskusi ini dinilai penting karena membawa isu yang selama ini viral di ruang digital ke dalam forum akademik kampus.
Ketua LPPM UIN Jambi, Fridiyanto, dalam sambutannya menyambut baik serial diskusi ini. Ia menilai buku Broken Strings penting sebagai alarm sosial yang mengingatkan masyarakat tentang kerentanan anak dalam relasi manipulatif. Menurutnya, tema child grooming selama ini ramai dibicarakan di media sosial, namun jarang diangkat secara serius dalam forum akademik kampus.
Diskusi dimoderatori oleh Sandi Maspika, dosen Bimbingan Penyuluhan UIN Jambi. Sesi pemantik disampaikan oleh Dian Syafitrah, Tenaga Ahli Psikolog Klinis UPTD PPA Kota Jambi, dan Nisaul Fadillah dari Korpus Gender, Anak, dan Disabilitas UIN Jambi.
Dalam pemaparannya, Dian mengungkap bahwa kasus child grooming yang ia tangani menunjukkan pola yang relatif sama meskipun terjadi dalam konteks berbeda. Ia menyoroti bahwa yang paling berbahaya, pelaku sering berasal dari lingkungan keluarga atau orang terdekat korban, sehingga membuat anak kesulitan mengenali ancaman.
Merujuk pada kasus yang dibahas dalam buku, Dian menjelaskan bahwa ketidakterbukaan komunikasi antara anak dan orang tua menjadi faktor penting yang memperbesar risiko. Anak yang tidak memiliki ruang aman untuk bercerita cenderung memendam pengalaman traumatis. Selain itu, pola asuh juga mempengaruhi kemampuan anak mengenali batasan dan mencari pertolongan.
Sementara itu, Nisaul Fadillah menekankan bahwa kekerasan terhadap anak bukan sekadar persoalan personal, melainkan persoalan struktural yang membutuhkan tanggung jawab kolektif. Ia menyoroti pentingnya keterlibatan negara, institusi pendidikan, dan masyarakat sipil dalam membangun sistem perlindungan yang lebih responsif.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan peserta terkait pencegahan, mekanisme pelaporan, dan strategi membangun komunikasi sehat dalam keluarga. Webinar ini diharapkan dapat memperluas kesadaran bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama, dimulai dari keluarga hingga kebijakan publik.
Editor: Doni