WR I: Pelatihan Juru Bahasa Isyarat sebagai Langkah Awal Kepedulian terhadap Teman Tuli
Senin (27/10/2025), Pelatihan Juru Bahasa Isyarat (JBI) yang diselenggarakan oleh Pusat Gender, Anak, dan Disabilitas (PGAD) LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi bekerjasama dengan Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (Pusbisindo) Wilayah Jambi menjadi wujud nyata komitmen kampus untuk terus bergerak menuju kampus inklusif. Kegiatan ini berlangsung di Aula LPPM dan diikuti sejumlah mahasiswa pilihan dan tenaga keendidikan.
Wakil Rektor I menegaskan bahwa pelatihan bahasa isyarat tidak dapat dilakukan secara singkat. “Untuk benar-benar menguasai bahasa isyarat, dibutuhkan waktu minimal empat tahun jika dilakukan secara intens. Kita berharap akan lahir semakin banyak relawan JBI di UIN Jambi,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan Juru Bahasa Isyarat bukan hanya menjadi kebutuhan kampus inklusif, tetapi juga bagian penting dari masyarakat yang inklusif. Pelatihan kali ini diikuti oleh peserta yang telah lolos seleksi pada pelatihan tahap pertama. Selian peserta, pimpinan yang hadir dalam kesempatan itu adalah Ketua LPPM, Dr. Fridiyanto, M.PdI serta komunitas Tuli kampus.
Koordinator PGAD, Nisaul Fadillah, menyampaikan harapan besarnya terhadap peserta. “Kami berharap dari pelatihan ini akan muncul juru bahasa isyarat yang mampu mendampingi berbagai kegiatan, baik formal maupun informal. Animo mahasiswa terhadap pelatihan ini sangat tinggi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, pelatihan serupa sebaiknya diikuti tidak hanya oleh mahasiswa, tetapi juga oleh dosen dan tenaga kependidikan yang berinteraksi langsung dengan mahasiswa difabel sebagai komitmen meningkatkan kualitas pelayanan di bidang pendidikan.
Editor: Doni