Aktualisasi Ekoteologi, Mahasiswi KKN Kelompok 2 Nusalaras Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi
LEBAK (30/07/2026) — Kepedulian terhadap lingkungan diwujudkan melalui langkah sederhana namun inovatif oleh mahasiswi Kuliah Kerja Nyata Kelompok 2 Nusalaras di Desa Jalupang Mulya, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Menjelang pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat, mereka menggelar uji coba pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar limbah minyak jelantah di Posko KKN.
Uji coba menghasilkan lilin aromaterapi dengan kualitas yang memuaskan. Lilin tercetak rapi, memiliki aroma alami yang khas, dan dinilai telah memenuhi target. Keberhasilan ini menjadi modal awal sebelum program pelatihan diterapkan kepada masyarakat desa.
Program “Merawat Ekoteologi, Menjaga Tradisi: Meneguhkan Iman, Melestarikan Alam”, yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara nilai-nilai spiritual, pelestarian lingkungan, dan pemanfaatan potensi lokal. Selain menggunakan minyak jelantah sebagai bahan utama, lilin diperkaya dengan aroma alami yang berasal dari sereh dan daun pandan, sehingga menghasilkan produk ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomis.

Pemanfaatan minyak jelantah dipilih sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah rumah tangga. Alih-alih dibuang ke saluran air atau tanah yang berpotensi merusak ekosistem, limbah tersebut diolah menjadi produk bernilai guna dan nilai jual.
Proses eksperimen dipimpin oleh Bendahara Kelompok 2 Nusalaras yang berasal dari Program Studi Kimia. Berbekal pengetahuan akademik dan pengalaman dalam memproduksi lilin untuk kegiatan pameran, ia membimbing anggota kelompok mulai dari proses pemurnian minyak jelantah, ekstraksi aroma sereh dan pandan, penentuan titik leleh bahan, hingga teknik pencetakan agar menghasilkan produk yang berkualitas.
Menurut ketua posko, uji coba ini menjadi tahapan penting untuk memastikan metode produksi dapat diterapkan secara efektif saat pelatihan bersama masyarakat. Dengan demikian, warga tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan limbah, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.

Produk lilin aromaterapi hasil inovasi mahasiswa ini juga direncanakan akan ditampilkan dalam ekspo karya mahasiswa KKN di Desa Jalupang Mulya sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan inovasi yang lahir selama masa pengabdian.
Kelompok 2 Nusalaras berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga yang bertanggung jawab. Di sisi lain, keterampilan mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru yang sejalan dengan semangat ekoteologi, yakni merawat alam sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual.
Bagikan: