LPPM Kenalkan Aplikasi SIGMA untuk Permudah Pendaftaran KKN Konversi dan Rekognisi
JAMBI — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam terus memperkuat transformasi layanan akademik berbasis digital. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pengenalan Aplikasi Sistem Informasi Kegiatan Mahasiswa (SIGMA) kepada peserta Kuliah Kerja Nyata Konversi dan Rekognisi Tahun 2026 yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan ini dipandu oleh Sabariah, S.KM sebagai moderator dengan narasumber Abror Aulawy, S.Kom dari Tim Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LPPM. Sosialisasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman teknis kepada mahasiswa mengenai penggunaan SIGMA sebagai platform utama dalam proses pendaftaran KKN Konversi dan Rekognisi.
Abror menjelaskan bahwa SIGMA merupakan Sistem Informasi Kegiatan Mahasiswa yang terintegrasi dengan akun Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) masing-masing mahasiswa. Integrasi tersebut memungkinkan proses administrasi berlangsung lebih sederhana, cepat, dan terdokumentasi secara digital.
Melalui demonstrasi langsung, peserta diperlihatkan tahapan pendaftaran KKN menggunakan aplikasi SIGMA, mulai dari proses pengajuan hingga penyelesaian administrasi. Selain berfungsi sebagai media pendaftaran KKN, aplikasi ini juga menyediakan layanan pengajuan serta klaim poin Satuan Kredit Kegiatan (SKK).

“Aplikasi SIGMA hadir untuk memudahkan mahasiswa dalam mengakses informasi dan mendaftar kegiatan yang ingin diikuti. Semua proses administrasi kini dapat dilakukan secara terpusat dan lebih efisien,” ujar Abror.
Korpus PkM, Mukhlis, M.Pd.I, mengingatkan mahasiswa agar tidak menunda proses pendaftaran. Menurutnya, pendaftaran yang dilakukan sejak awal akan membantu LPPM memperoleh data peserta secara akurat sehingga perencanaan dan pelaksanaan program dapat disusun lebih optimal.
Ia juga menginformasikan bahwa pendaftaran KKN Konversi dan Rekognisi Tahun 2026 masih dibuka hingga 7 November 2026. Karena itu, mahasiswa diharapkan memanfaatkan waktu yang tersedia untuk melengkapi seluruh persyaratan administrasi melalui SIGMA.
Khusus bagi mahasiswa yang memilih skema KKN Rekognisi, Mukhlis menekankan pentingnya memastikan program atau kegiatan yang diajukan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Aspek kebermanfaatan menjadi salah satu indikator utama dalam proses penilaian dan pengakuan kegiatan.
Melalui implementasi SIGMA, Muhklis berharap tata kelola administrasi KKN semakin tertib, transparan, dan mudah diakses. Digitalisasi layanan ini juga menjadi bagian dari komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas pelayanan akademik sekaligus mendukung efektivitas penyelenggaraan program pengabdian kepada masyarakat.
Bagikan: