Kelompok 1 KKN Nusantara Petakan Potensi dan Tantangan UMKM Kampung Landeuh

Kelompok 1 KKN Nusantara Petakan Potensi dan Tantangan UMKM Kampung Landeuh

Berita 3 menit baca 71 kali dilihat

BOJONG MENTENG — Kelompok 1 Kuliah Kerja Nyata Nusantara melakukan kunjungan dan silaturahmi dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kampung Landeuh, Kelurahan Bojong Menteng. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal mahasiswa untuk memetakan potensi ekonomi masyarakat sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha dalam mengembangkan produk lokal.

Kehadiran mahasiswa disambut hangat oleh warga dan pengelola UMKM. Dalam suasana yang berlangsung akrab, mahasiswa berdialog langsung dengan para pelaku usaha mengenai perjalanan usaha yang telah mereka rintis, proses produksi, strategi pemasaran, hingga berbagai kendala yang dihadapi dalam mempertahankan keberlanjutan usaha.

Hasil kunjungan menunjukkan bahwa UMKM Kampung Landeuh telah berkembang selama bertahun-tahun dan memperoleh pendampingan dari Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN. Pendampingan tersebut mencakup pelatihan, peningkatan kualitas produk, hingga pengembangan kemasan agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Berbagai produk olahan menjadi andalan masyarakat Kampung Landeuh, di antaranya keripik pisang, keripik talas, keripik pepaya, basreng, gula aren semut, serta gula jahe. Seluruh produk diproduksi secara gotong royong oleh warga dan menjadi salah satu sumber penghasilan yang menopang perekonomian masyarakat setempat.

Dari sisi pemasaran, sejumlah produk telah berhasil menembus jaringan supermarket. Namun, untuk memperluas distribusi ke pusat perbelanjaan yang lebih besar, pelaku UMKM masih perlu memenuhi berbagai persyaratan, terutama terkait kualitas kemasan dan administrasi produk. Dalam proses tersebut, YBM PLN terus memberikan pendampingan, khususnya dalam pengembangan desain dan mutu packaging agar lebih kompetitif.

Produksi dilakukan menggunakan sistem pre-order, sehingga proses pembuatan dilakukan ketika stok telah habis atau terdapat pesanan dari konsumen. Dalam satu kali produksi, jumlah produk yang dihasilkan berkisar antara 100 hingga 300 kemasan, bergantung pada permintaan pasar.

Di balik perkembangan tersebut, pelaku UMKM masih menghadapi tantangan yang tidak ringan, terutama terkait ketersediaan bahan baku. Keterbatasan lahan di wilayah Kampung Landeuh menyebabkan sebagian bahan baku harus didatangkan dari luar daerah.

Untuk produk gula aren semut, misalnya, bahan baku berkualitas diperoleh dari kawasan Baduy yang telah memiliki sertifikasi halal. Sementara itu, produksi gula jahe masih terkendala tingginya harga bahan baku serta belum adanya pemasok tetap yang mampu memenuhi kebutuhan secara berkelanjutan.

Meski demikian, kelompok UMKM berupaya mempertahankan stabilitas harga jual produk di tengah fluktuasi harga bahan baku dan kebutuhan pokok. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga daya beli konsumen sekaligus mempertahankan kepercayaan pasar terhadap produk lokal Kampung Landeuh.

Selain persoalan bahan baku, aspek pemasaran digital juga masih menjadi pekerjaan rumah. Selama ini pemasaran produk lebih banyak mengandalkan pembeli yang datang langsung maupun pesanan dari pelanggan tetap. Padahal, kelompok UMKM telah memiliki akun media sosial dan platform pemasaran daring.

Pemanfaatan media digital belum berjalan optimal karena keterbatasan modal dan belum tersedianya sumber daya manusia yang secara khusus menangani pembuatan konten promosi serta pengelolaan media sosial. Fasilitas pendukung berupa tenda bazar yang dimiliki kelompok UMKM pun belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai sarana promosi produk.

Bagi Kelompok 1 KKN Nusantara, kunjungan tersebut bukan sekadar kegiatan observasi, tetapi menjadi bagian dari proses membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus menyusun program pengabdian yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Berbagai informasi yang diperoleh akan menjadi dasar penyusunan program pendampingan, terutama dalam penguatan pemasaran digital, peningkatan kualitas kemasan, serta pengembangan strategi promosi produk.

Melalui sinergi antara masyarakat, pelaku UMKM, YBM PLN, dan mahasiswa KKN Nusantara, potensi ekonomi Kampung Landeuh diharapkan dapat terus berkembang. Penguatan kapasitas pelaku usaha, inovasi pemasaran, serta kolaborasi lintas pihak diyakini menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan kemandirian ekonomi warga, dan memperkuat peran UMKM sebagai penggerak kesejahteraan masyarakat Bojong Menteng.

Doni Pirdaus

Editor website LPPM

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 LPPM UIN STS Jambi. All Rights Reserved.