Lepas 20 Peserta Retret, Rektor UIN Jambi: Manfaatkan Momen Uzlah Akademik dengan Menghasilkan Artikel untuk Syarat Khusus Guru Besar
JAMBI — Komitmen Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dalam mempercepat lahirnya guru besar kembali hadir dengan program Retret Penulisan Artikel Ilmiah. Selasa (28/7/2026), Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., secara resmi melepas 20 peserta retret di depan kantor Unit Pengembangan Bahasa Kampus Telanaipura untuk mengikuti kegiatan intensif selama sepekan di Hotel Ar Ryadh, Kuala Tungkal.
Program retret penulisan artikel dirancang sebagai ruang akademik yang memungkinkan para dosen memusatkan perhatian sepenuhnya pada penyelesaian artikel ilmiah berbasis data penelitian yang telah peserta siapkan. Selama sepekan, peserta akan didampingi oleh instruktur secara intensif agar menghasilkan naskah yang memenuhi standar publikasi jurnal internasional bereputasi, khususnya jurnal terindeks Scopus.
Ketua LPPM, Fridiyanto menyampaikan bahwa retret diikuti oleh 20 peserta yang terdiri atas penulis utama dan penulis pendamping. Menurutnya, pola pendampingan dirancang agar setiap peserta memperoleh bimbingan langsung dalam menyusun artikel hingga siap submit.

“Selama sepekan peserta akan fokus menyelesaikan satu artikel berdasarkan data penelitian yang telah dipersiapkan. Setiap hari, mulai pukul 08.00 hingga 22.00, peserta didampingi instruktur untuk mengembangkan naskah agar layak dipublikasikan pada jurnal terindeks Scopus,” ujarnya.
Ketua LPPM menyamlaikan bahwa pada kegiatan retret peserta tidak lagi diajarkan banyak teori-teori menulis artikel, tetapi lebih kepada sebuah aktivitas menepi dari berbagai kesibukan agar ada waktu luang untuk menyelesaikan tulisan tanpa adanya banyak gangguan, peserta hanya fokus mengerjakan satu artikel dengan didampingi oleh instruktur sebagai tempat berdiskusi.
Fridiyanto menegaskan, keberhasilan retret tidak hanya ditentukan oleh kualitas pendampingan, tetapi juga oleh kedisiplinan peserta. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan momentum tersebut secara optimal dengan komitmen penuh dan berkonsentrasi pada penyelesaian target penulisan.

Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd menekankan bahwa retret bukan sekadar agenda pelatihan menulis, melainkan proses pembentukan kapasitas akademik melalui konsentrasi penuh.
“Retret, dalam tradisi Islam, dapat dimaknai sebagai sebuah bentuk uzlah, yakni mengasingkan diri untuk mematangkan kapasitas diri. Jadikan satu pekan beruzlah ini sebagai kesempatan menyelesaikan satu artikel yang layak menjadi syarat khusus menuju guru besar,” kata Kasful Anwar.
Ia menegaskan, universitas berkomitmen mendukung penuh kepada seluruh dosen yang sedang menempuh proses percepatan menuju jabatan akademik guru besar. Menurutnya, retret penulisan merupakan salah satu bentuk dukungan nyata institusi dalam membantu dosen memenuhi persyaratan publikasi ilmiah internasional yang menjadi syarat khusus pengusulan guru besar. Rektor menyampaikan sebagai Rektor ia akan sangat bahagia dan bangga jika semakin banyak dosen UIN Jambi mampu meraih guru besar.
Rektor juga meminta LPPM sebagai penyelenggara untuk memastikan seluruh peserta mengikuti setiap tahapan kegiatan secara disiplin dan sesuai aturan yang ditetapkan. Pendampingan yang konsisten, menurutnya, menjadi faktor penting agar target menghasilkan 20 artikel ilmiah pada akhir retret dapat tercapai.

Di hadapan peserta, Prof. Dr. H. Kasful Anwar mengingatkan bahwa perjalanan menuju guru besar menuntut kesungguhan, kerja keras, dan pengorbanan. Mengikuti retret berarti bersedia meninggalkan berbagai aktivitas rutin demi memberikan perhatian penuh pada penyelesaian satu karya ilmiah yang berkualitas.
“Menjadi guru besar membutuhkan usaha yang tidak ringan. Retret ini adalah bentuk ikhtiar akademik yang menuntut fokus dan komitmen. Saya berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya sehingga pulang membawa satu artikel yang siap dipublikasikan,” ujarnya.
Melalui program retret penulisan artikel, Rektor UIN STS Jambi berharap budaya publikasi ilmiah semakin menguat di kalangan dosen. Retret penulisan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi target administratif kenaikan jabatan akademik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas riset dan daya saing universitas di tingkat internasional.
Bagikan: