LPPM UIN Jambi Bahas Tata Kelola Dana MORA Funds, Cegah Temuan dan Maladministrasi

Berita 2 menit baca 43 kali dilihat
LPPM UIN Jambi Bahas Tata Kelola Dana MORA Funds, Cegah Temuan dan Maladministrasi

JAMBI — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menggelar dialog bersama unsur pimpinan kampus dan para periset penerima MORA Funds guna membahas tata kelola penggunaan dana penelitian agar sesuai ketentuan serta terhindar dari persoalan administratif di kemudian hari.

Pertemuan tersebut menghadirkan Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Satuan Pengawasan Internal (SPI), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), tim keuangan, serta para ketua periset MORA Funds. Fokus pembahasan tertuju pada mekanisme alokasi lima persen dana untuk institusi dan kesesuaiannya dengan regulasi yang berlaku.

Ketua LPPM menegaskan, pihaknya pada prinsipnya ingin memastikan seluruh periset dapat menyelesaikan riset secara baik, baik dari sisi substansi akademik maupun pertanggungjawaban administrasi dan keuangan.

“LPPM ingin para periset tidak hanya menghasilkan riset yang berkualitas, tetapi juga memiliki pelaporan keuangan yang tertib sehingga tidak menjadi temuan pada masa mendatang,” ujarnya dalam forum tersebut.

Dalam pertemuan itu, LPPM sengaja mempertemukan seluruh pihak terkait untuk memperoleh pandangan bersama mengenai aturan penggunaan dana penelitian, khususnya terkait skema lima persen untuk institusi. Langkah tersebut dinilai penting agar kebijakan yang diambil tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.

Wakil Rektor II dalam arahannya meminta LPPM melakukan kajian lebih rinci dan mendalam terkait aturan penggunaan dana MORA Funds. Ia juga meminta kampus berkonsultasi dengan pihak kementerian di Jakarta guna memperoleh kepastian regulasi.

Menurutnya, kehati-hatian diperlukan agar pengelolaan dana penelitian tidak menimbulkan persoalan maladministrasi ataupun pelanggaran ketentuan keuangan negara.

Sementara itu, para ketua periset yang hadir turut menyampaikan pandangan dan pengalaman masing-masing terkait pola penggunaan anggaran penelitian. Sejumlah masukan disampaikan, mulai dari kebutuhan fleksibilitas pelaksanaan riset hingga pentingnya kejelasan aturan teknis dalam pertanggungjawaban dana.

Dialog berlangsung dinamis namun tetap konstruktif. Forum tersebut dinilai menjadi ruang bersama bagi periset, LPPM, dan pimpinan kampus untuk menyamakan persepsi mengenai tata kelola dana penelitian yang akuntabel sekaligus mendukung kualitas riset di lingkungan kampus.

Berbagai pihak dalam rapat ini sepakat dalam pengelolaan dana penelitian MORA Funds dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan sesuai regulasi sehingga mendukung penguatan budaya riset yang profesional dan berdampak bagi banyak pihak.

Editor: Doni

Tags:

Doni Pirdaus

Saya adalah seorang Editor website LPPM.

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 LPPM UIN STS Jambi. All Rights Reserved. UTIPD 2026.