Mahasiswa KKN Nusantara UIN Jambi Dorong Pemberdayaan Ekonomi Warga Desa Bojong Menteng

Mahasiswa KKN Nusantara UIN Jambi Dorong Pemberdayaan Ekonomi Warga Desa Bojong Menteng

Berita 2 menit baca 29 kali dilihat

LEBAK — Desa Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, selama ini lebih dikenal sebagai jalur yang dilalui wisatawan menuju kawasan adat Baduy. Melihat potensi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Nusantara VI menggagas Kelas Pemberdayaan Masyarakat sebagai upaya mendorong penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Program itu resmi dimulai pada Minggu (26/7/2026).

Pertemuan perdana difokuskan pada penyamaan persepsi mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat, penguatan pola pikir kewirausahaan, serta pemetaan potensi desa yang dapat dikembangkan menjadi sumber penghidupan baru bagi warga.

Gagasan tersebut lahir setelah mahasiswa melakukan observasi dan berdialog dengan masyarakat. Hasil pengamatan menunjukkan masih banyak warga usia produktif yang memilih merantau ke luar daerah atau belum memperoleh pekerjaan tetap karena terbatasnya lapangan kerja formal di desa.

Ketua Kelompok 1 KKN Nusantara VI mengatakan, Bojong Menteng memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk menuju kawasan wisata Baduy. Posisi tersebut dinilai dapat menjadi modal penting bagi pengembangan ekonomi masyarakat apabila didukung oleh peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengelolaan potensi desa secara terencana.

“Melalui Kelas Pemberdayaan Masyarakat ini kami ingin mendampingi warga agar mampu melihat potensi di sekelilingnya sebagai peluang usaha. Bojong Menteng memiliki posisi strategis sebagai gerbang menuju Baduy sehingga dapat dikembangkan melalui penguatan UMKM dan penyediaan fasilitas singgah bagi wisatawan,” ujarnya.

Dalam pemaparan kepada peserta, mahasiswa menawarkan dua arah pengembangan ekonomi desa. Pertama, memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pengembangan produk kuliner khas, kerajinan tangan, serta hasil olahan lokal yang berpotensi dipasarkan kepada wisatawan. Selain itu, mahasiswa mengusulkan pembentukan sentra oleh-oleh sebagai wadah pemasaran produk masyarakat.

Kedua, mengembangkan kawasan singgah atau rest area yang terintegrasi dengan jalur wisata menuju Baduy. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya memberikan kenyamanan bagi wisatawan, tetapi juga membuka peluang usaha baru dan menyerap tenaga kerja lokal.

Kegiatan pembukaan kelas pemberdayaan mendapat sambutan positif dari pemerintah desa dan masyarakat. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan mengenai tantangan ekonomi yang dihadapi warga serta peluang pengembangan yang dapat diwujudkan secara bertahap.

Selama pelaksanaan KKN Nusantara, mahasiswa berencana melanjutkan pendampingan melalui serangkaian pelatihan dan diskusi tematik. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi lokal sehingga Desa Bojong Menteng tidak hanya menjadi daerah yang dilintasi wisatawan menuju Baduy, tetapi juga berkembang sebagai desa yang mampu menciptakan nilai tambah ekonomi bagi warganya.

Doni Pirdaus

Saya adalah seorang Editor website LPPM.

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 LPPM UIN STS Jambi. All Rights Reserved.