Merah Putih di LPPM: Mencintai Indonesia secara Sederhana
JAMBI — Kamis (13/8/2026) pagi, suasana di LPPM UIN Jambi tampak agak berbeda seperti hari biasanya. Beberapa warga LPPM yang biasanya sibuk dengan aktivitas masing-masing, hari ini terlihat bergerak bersama. Ada yang meniup balon, mengatur hiasan, menempelkan ornamen, merapikan sudut ruangan, dan memastikan warna merah putih hadir di berbagai sisi.
Pita merah putih dipasang. Hiasan bernuansa kemerdekaan ditempatkan di sudut-sudut ruangan. Tidak berlebihan, tetapi cukup untuk membuat suasana LPPM terasa lebih hangat dan berbeda dari hari-hari biasa.
Ada sesuatu yang sederhana dari kesibukan itu. Tidak ada pekerjaan besar yang sedang dikerjakan. Tidak pula sedang mengejar tenggat laporan atau menyusun agenda rapat. Untuk beberapa saat, warga LPPM seperti memberi ruang bagi diri mereka untuk melakukan sesuatu yang ringan: merayakan Kemerdekaan RI.
Mendekorasi ruangan memang berkaitan dengan persiapan menyambut berbagai perlombaan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan kampus. Namun, semangat yang muncul dari kegiatan itu terasa lebih luas dari sekadar persiapan mengikuti perlombaan. Ada keinginan untuk ikut merasakan suasana kemerdekaan.

Bendera dan ornamen merah putih yang dipasang di ruang kerja menjadi semacam pengingat bahwa kemerdekaan tidak selalu harus dirayakan dengan acara besar. Kadang, ia hadir melalui hal-hal kecil yang dilakukan bersama: memasang bendera, menghias ruangan.
Di tengah kesibukan pekerjaan, kegiatan menghias ruangan juga mempertemukan orang-orang dalam suasana yang berbeda. Mereka yang sehari-hari berhadapan dengan dokumen, program penelitian, pengabdian kepada masyarakat, rapat, dan berbagai urusan administrasi, kali ini berhadapan dengan gunting, pita, kertas hias, dan ornamen merah putih.
Barangkali, di situlah makna kecil dari perayaan kemerdekaan menemukan tempatnya. Kemerdekaan bukan hanya sebuah tanggal yang tercetak dalam kalender, tetapi juga kesempatan untuk membangun kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Ruang LPPM yang dihiasi merah putih akhirnya bukan sekadar ruang kerja yang dipercantik untuk menyambut perlombaan. Ia menjadi penanda kecil bahwa semangat kemerdekaan telah sampai ke ruang-ruang tempat orang bekerja, berdiskusi, merencanakan program, dan mengabdi kepada masyarakat.
Di LPPM merah putih hadir dengan cara yang sederhana: melalui tangan-tangan yang bekerja kolektif menghias ruangan.
Tentang Kemerdekaan RI ke – 81. Puisi Sapardi yang diparaprase berikut mungkin menggambarkannya:
Aku ingin mencintai Indonesia secara sederhana,
Seperti merah putih yang berkibar di hati Rakyat dalam hujan badai……..
Bagikan: