Retret Artikel Ilmiah Dimulai, Peserta Petakan Bidang Keahlian

Retret Artikel Ilmiah Dimulai, Peserta Petakan Bidang Keahlian

Berita 2 menit baca 192 kali dilihat

Kuala Tungkal – Hari pertama pelaksanaan Retret Penulisan Artikel Ilmiah yang diselenggarakan LPPM di Kuala Tungkal difokuskan pada penyamaan persepsi, penguatan komitmen dan kontrak belajar peserta, serta pemetaan keahlian sebagai fondasi percepatan penyusunan artikel ilmiah bereputasi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan membuat  kontrak kegiatan oleh seluruh peserta. Kontrak kegiatan  menjadi bentuk komitmen bersama untuk mengikuti seluruh tahapan retret secara disiplin, memenuhi target luaran, serta menjaga etika selama kegiatan berlangsung.

Setelah  kontrak, panitia menjelaskan  Manual Kegiatan yang memuat mekanisme pelaksanaan retret, target capaian harian, tata tertib, sistem pendampingan, hingga indikator keberhasilan yang harus dipenuhi peserta selama sepekan pelaksanaan program.

Korpuslit, Tasnim menegaskan bahwa retret ini dirancang bukan sekadar pelatihan penulisan, melainkan ruang kerja akademik yang mendorong setiap peserta mampu menghasilkan naskah berkualitas dan siap dipublikasikan pada jurnal bereputasi.

“Komitmen, kedisiplinan, dan kolaborasi menjadi kunci keberhasilan retret ini. Seluruh mekanisme telah disiapkan agar peserta dapat fokus menyelesaikan artikel ilmiah yang memenuhi standar publikasi internasional,” ujarnya.

Tahapan berikutnya adalah klasifikasi peserta berdasarkan bidang keahlian. Pemetaan ini dilakukan untuk memudahkan proses pendampingan, pembentukan kelompok diskusi, serta penyesuaian strategi penulisan sesuai karakteristik disiplin ilmu masing-masing. Dengan pengelompokan tersebut, para pendamping diharapkan dapat memberikan arahan yang lebih spesifik terhadap substansi artikel peserta.

Pada sesi  pertama, M. Husnul Abid melakukan Brainstorming terkait Artikel Ilmiah dan Jurnal Bereputasi. Ia mengajak peserta mengidentifikasi kebaruan  penelitian, memperkuat argumentasi ilmiah, serta memahami karakteristik jurnal bereputasi agar naskah yang disusun memiliki peluang lebih besar untuk diterima.

​Abid melanjutkan bahwa artikel yang baik dibangun di atas sebuah argumen. Oleh karena itu, poin-poin pembahasan dalam artikel harus dikembangkan untuk memperkuat argumen utama yang disampaikan di awal. Mengutip salah satu definisi dari Longman, argumen diartikan sebagai “a situation in which two or more people disagree, often angrily.”

Setelah itu, para peserta diajak untuk mengeksplorasi berbagai artikel pada jurnal internasional bereputasi dan mengidentifikasi argumen yang disampaikan dalam artikel-artikel tersebut.

Pada sesi penutup, peserta memperoleh penugasan yang menjadi pijakan awal penyusunan artikel ilmiah. Setiap peserta diminta merumuskan topik yang akan dikaji, mengidentifikasi berbagai argumen yang telah dikemukakan dalam penelitian terdahulu, kemudian menyusun argumen baru yang menawarkan perspektif berbeda sebagai bentuk kebaruan (novelty) penelitian. Penugasan ini dirancang untuk melatih kemampuan peserta dalam memetakan lanskap keilmuan, mengkritisi temuan-temuan sebelumnya, serta membangun posisi akademik yang kuat sehingga artikel yang dihasilkan memiliki kontribusi ilmiah yang jelas dan memenuhi karakteristik publikasi pada jurnal bereputasi.

Doni Pirdaus

Saya adalah seorang Editor website LPPM.

Lihat semua artikel →

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 LPPM UIN STS Jambi. All Rights Reserved.