Tumbuhkan Budaya Baca Mahasiswa, LPPM Bedah Buku,”Mengamati Islam di Indonesia 1971-2023” karya Mitsuo Nakamura
Senin (07/10/2025) dalam Diskusi Buku,”Mengamati Islam di Indonesia 1971-2023” karya Mitsuo Nakamura, diskusi terfokus mengenai bagaimana dinamika Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, karena dua organisasi Islam terbesar di Indonesia ini merupakan topik utama dalam tulisan-tulisan Nakamura.
Pembahas ke-1, Wiwin Eko Santoso membahas fokus aspek kajian Muhammadiyah yang dilakukan oleh Nakamura. Wiwin mengatakan jika ingin memperdalam bacaan Nakamura terhadap Muhammadiyah sebaiknya membaca langsung membaca tugas doktoral Nakamura di Cornell University, Amerika Serikat, The Crescent Arises Over the Banyan Tree: A Study of the Muhammadiyah Movement in a Central Javanese Town (edisi pertama 1983, edisi kedua diperluas tahun 2012). Sebagai seorang ahli Sejarah, Wiwin lebih banyak memberikan penjelasan bagaima peran historis Muhammadiyah di Iindonesia.
Pembahas ke-2, Fridiyanto menampilkan paper berjudul,”Menyorot Pengamatan Nakamura terhadap Nahdlatul Ulama”. Menurut Fridiyanto buku yang merupakan Kumpulan 61 tulisan, jika diklasifikasi pembahasanya terdiri dari: Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Tokoh, Gerakan keagamaan, dan Dinamika Budaya. Fridiyanto mengatakan dalam presentasinya ia hanya membahas aspek pengamatan Nakamura terhadap NU, karena aspek Muhammadiyah sudah dibahas oleh Pembahas ke-1, pembagian pembahasan ini dilakukan agar diskusi bisa fokus karena dua topik ini merupakan tema besar buku yang dibahas.
Fridiyanto banyak mengulas bagaimana pengamatan Nakamura terhadap NU melalui Muktamar-muktamar NU serta mempelajari pemikiran serta tindakan Gus Dur. Muktamar NU yang menjadi pembahasan dalam diskusi ini adalah Muktamar NU: di Semarang 1979, di Situbondo 1984, di Krapyak 1989, dan di Cipasung 1994. Serta bagaimana pemikiran Gus Dur dapat mendinamisir perkembangan Islam di Indonesia.”Sayangnya Muktamar NU tahun 1994 di Cipasung tidak ada dalam pengamatan Nakamura, padahal muktamar ke-29 ini merupakan Muktamar NU terpanas dalam Sejarah NU, karena adanya represi rezim Orde Baru,” ujarnya.
Mitsuo Nakamura merupakan seorang Antropolog sosial budaya dari Jepang yang telah sejak 1970 meneliti Indonesia. Risetnya berkenaan dengan NU, Muhammadiyah, Gerakan keagamaan dunia Islam. Setelah 50 tahun meneliti Islam di Indonesia Nakamura ingin mengabadikan kiprahnya dengan sebuah buku. Nakamura mengatakan bahwa buku,”Mengamati Islam di Indonesia” bertujuan untuk: (1) membayar hutang akademis; (2) untu memeriksa hasil pengamatan dan pemahaman; (3) serta untuk menyajikan kepada sesama peneliti.
Sekretaris LPPM, M. Husnul Abid mengatakan bahwa dalam rangka menuju Perayaan Webinar Hasil Penelitian #100, LPPM merayakannya dengan mengadakan berbagai kegiatan, seperti: bazar buku, bedah buku, dan launching album webinar penelitian.”yang terpenting dari rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh LPPM ini adalah tujuannya untuk menggairahkan budaya akademik seperti membaca, menulis, dan diskusi ilmiah,” ujarnya.
Dalam sesi tanya jawab Nampak peserta diskusi sangat responsif terhadap apa saja yang menjadi pembahasan. Salah satu peserta, Rafii menanyakan apakah Nakamura masih update terhadap perkembangan Islam di Indonesia dan mengapa Nakamura tidak secara total melakukan riset terhadap NU sebagaimana riset Muhammadiyah di Kota Gede.
Editor: Doni