UIN STS Jambi Teken Kerja Sama dengan Hartford International University
Hartford, UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi resmi menjalin kerja sama dengan Hartford International University (HIU), Amerika Serikat, melalui penandatanganan Letter of Intent to Collaborate (LOI) pada Rabu, 14 Oktober 2026. Penandatanganan dilakukan oleh Dion Ginanto, Koordinator PLKI-LPPM UIN STS Jambi, mewakili Rektor, bersama Dr. Deena Grant, Dekan sekaligus Wakil Rektor HIU.
Kesepakatan ini mencakup sejumlah program akademik yang akan dijalankan secara daring, seperti Collaborative Online International Learning (COIL), webinar internasional, dan kuliah tamu online. Selain itu, kedua pihak juga berkomitmen untuk membuka peluang kerja sama di bidang riset, pengabdian masyarakat, dan pengajaran. Pertemuan lanjutan akan dilakukan secara virtual untuk membahas bentuk kolaborasi lebih konkret.
Kerja sama ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Agama RI melalui program Visiting Professor/Lecturer 2026. HIU sendiri dikenal sebagai mitra lama Kementerian Agama, dengan fokus pada dialog antaragama dan inisiatif perdamaian internasional.
Prof. Dr. H. Kasful Anwar, Rektor UIN STS Jambi menyampaikan kepercayaan penuh kepada Dion Ginanto dalam mengawal kerja sama ini. “Saya percayakan kerja sama luar negeri terutama Amerika Serikat kepada Dr. Dion Ginanto. Agar dapat memaksimalkan program dari Kementerian Agama yaitu visiting scholar program,” ujarnya.

Dion Ginanto menegaskan bahwa kesempatan ini menjadi momentum penting bagi UIN STS Jambi. “Saya sangat berterima kasih kepada Kementerian Agama dan UIN STS Jambi yang telah memberikan peluang bagi kami untuk melakukan program visiting scholar di Amerika Serikat,” katanya.
Sementara itu, Dr. Deena Grant menekankan peluang nyata dari kerja sama ini. “Ya, kita mempunyai peluang untuk melakukan kelas COIL. Saya berharap bisa melakukan kerja sama itu,” ucapnya.
Dengan adanya kesepakatan ini, UIN STS Jambi diharapkan dapat memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam percakapan global mengenai pendidikan, dialog antaragama, dan perdamaian.
Bagikan: